Perjanjian Normalisasi Dinilai Membuka Pasar Gelap di UEA

 Perjanjian Normalisasi Dinilai Membuka Pasar Gelap di UEA

Sadr Blok Berencana untuk Mengkriminalisasi Normalisasi Israel (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Perjanjian normalisasi dengan negara-negara Arab dinilai bisa membuka peluang pasar gelap. Di antaranya seperti perdagangan narkoba, pencucian uang dan prostitusi untuk Israel.

Saluran televisi 13 melaporkan, Kamis (20/01) pejabat Israel mengatakan, “Israel sangat memungkinkan dalam mengekspor di sektor pencucian uang dan perdagangan narkoba.”

Laporan tersebut menunjukkan bahwa dengan perjanjian normalisasi dengan Uni Emirat Arab yang memasuki tahun pertama. Maka Dubai telah menjadi tujuan penting bagi mafia Israel. Sebab banyak oknum mafia dari Israel telah membuka pasar prostitusi, perjudian, pencucian uang dan obat-obatan, terutama kokain.

Seorang pejabat di polisi Israel mengatakan bahwa sejumlah mafia telah mengalihkan bisnis mereka ke Dubai. Polisi tidak akan dapat mengejar dan mengendalikan mereka.

Pejabat Israel lain menekankan dalam sebuah wawancara dengan saluran itu bahwa standar hidup yang sangat tinggi di Dubai memberikan kesempatan emas bagi mafia-mafia Israel. Mereka diberi izin untuk membuka pasar baru bagi perdagangan terlarang mereka dengan penduduk lokal dan ekspatriat di kota itu.

Perjanjian normalisasi antara Israel dan UEA yang diteken pada Agustus 2020, mengungkapkan kedalaman fenomena keterlibatan Israel. Dalam tindakan yang melanggar hukum dan sistem, tindakan kejahatan, termasuk pencurian di hotel, pasar bebas di bandara dan selama pesta-pesta, pelanggaran lalu lintas dan perdagangan narkoba.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fifteen − 7 =