Perjalanan Tarekat Naqsyabandiyah di Sumatera, Jawa dan Kalimantan

 Perjalanan Tarekat Naqsyabandiyah di Sumatera, Jawa dan Kalimantan

Sekretaris JATMAN Minta Publik Hati-Hati Pilih Tarekat (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Untuk memahami apa itu Tarekat dalam Islam saya berikan gambaran yang mudah. Tata baca Alquran telah diajarkan oleh Nabi shalallahu alaihi wa sallam kepada para Sahabat.

Di tahun 325 H muncul seorang ulama bernama Abu Muzahim Al-Khaqani yang pertama mengarang ilmu Tajwid dan kita terima hingga saat ini.

Di antara amalan Nabi adalah zikir seperti dalam hadis Sahih:

ﻭﻗﺎﻟﺖ ﻋﺎﺋﺸﺔ: «ﻛﺎﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺬﻛﺮ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺃﺣﻴﺎﻧﻪ»

Aisyah berkata bahwa Nabi shalallahu alaihi wa sallam senantiasa berdzikir kepada Allah di setiap keadaannya (HR Bukhari)

Ilmu yang secara khusus mengarahkan agar dapat mengamalkan zikir disebut Thariqah (Tarekat). Tentu ilmu ini bukan bidah seperti halnya ilmu Tajwid.

Di NU terdapat Badan Otonom yang secara khusus membidangi Tarekat, yaitu Jam’iyah Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman). Pimpinan tertingginya adalah Maulana Habib Luthfi.

Ada sekitar 40 lebih Tarekat yang diakui keabsahannya. Kebetulan di Indonesia Tarekat yang terbesar adalah Naqsyabandiyah dan Qadiriyah.

Ma'ruf Khozin

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *