Perempuan Berhijab Ini Jadi Calon Dewan Kota Roma Termuda

 Perempuan Berhijab Ini Jadi Calon Dewan Kota Roma Termuda

Perempuan berhijab calon dewan Kota Roma (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Seorang mahasiswa hukum Muslim muda berharap ia akan mencetak sejarah baru di kota Roma. Ia akan maju sebagai dewan kota Roma.

Menariknya ia menjadi calon termuda di dewan kota Roma dalam pemilihan mendatang. Perempuan berhijab ini berjanji akan meremajakan kota ‘megah’ tersebut.

Wanita bernama Mariam Ali ini baru berusia 20 tahun. Ia akan mengikuti pemilihan dewan kota Roma pada 3 Oktober tahun ini. Ia mengaku akan menyuarakan kaum kaum muda di kota tersebut.

Tidak hanya kalangan milenial, ia juga akan memberikan prioritas kepada para orang tua dan yang membutuhkan di kota megah yang membutuhkan bantuannya.

Disadur dari About Islam, Mariam Ali merupakan kandidat untuk koalisi kiri-tengah dengan partai “Demos – Solidaritas dan Demokrasi”.

***

Keluarga Ali bermigrasi dari Mesir sebelum dia lahir. Selama beberapa hari terakhir, dia telah berkampanye secara online melalui 200.000 pengikutnya di Instagram dan 40.000 di TikTok.

Selain itu, dia telah bertemu “begitu banyak orang secara langsung selama kampanye ini untuk mendengar tentang kebutuhan mereka,” dan bahwa dia “telah belajar banyak tentang kota yang luar biasa ini.”

Dengan bangganya, ia mengenakan jilbab untuk poster-poster yang bertebaran dalam pemilu di seluruh Roma. Sebagai kandidat termuda, Mariam Ali tidak menyembunyikan identitas Muslimnya.

“Saya sedang dalam perjalanan untuk belajar lebih banyak dan lebih banyak lagi: Ayah saya memberi tahu saya bahwa saya telah lebih matang dalam hal pengetahuan sejak saya memulai kampanye saya,” katanya.

Ali memamerkan jilbab di profil media sosialnya karena dia bangga dengan kebiasaannya sebagai “wanita berhijab di negara yang sebagian besar beragama Kristen.”

Dia telah berjanji untuk meningkatkan “kehidupan sosial banyak anak laki-laki dan perempuan di kota ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Saya ingin setiap orang memiliki hak mereka sendiri, sama seperti saya ingin setiap anak muda di sini, tidak hanya mereka yang belajar hukum seperti saya, menyadari hak mereka.”

“Islam memberi saya dorongan untuk bisa memberi lebih banyak tanpa menerima. Satu-satunya hal yang ingin saya terima dan saya terima adalah dukungan dari orang-orang,” jelasnya.

Menurutnya, tidak ada yang lebih indah daripada mendengar kata yang baik. “Tentunya itu juga memberi saya ruang ekstra di mana saya dapat bekerja dan membantu mengetahui lebih banyak tentang komunitas dengan menjadi bagian darinya,” tandasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

ten − ten =