Cancel Preloader

Ini Perbedaan

Keutamaan Orang yang Suka Bertasbih

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Perbedaan manusia yang selalu berzikir dan tidak zikir, telah disebutkan oleh Allah SWT. dalam Alquran. Kitab suci tersebut menyebutkan, makhluk yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah SWT.

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Telah bertasbih semua makhluk yang ada di langit dan di muka bumi kepada Allah SWT. Dialah Zat Yang Mahamulia dan Bijaksana.” (QS 61: 1).

Pakar tafsir, Al-Maraghi, dalam tafsirnya mengemukakan dua hal mengenai tasbih ini. Yaitu tasbih kepada nama-Nya dan tasbih kepada Dzat-Nya. Tasbih kepada nama dan Dzat-Nya karena manusia mensyukuri kekuasaan dan keadilan Allah menciptakan alam (tata surya) dan manusia begitu teratur dan sempurna.

Manusia dapat hidup dengan nyaman dan tenang karena struktur alam yang teratur. Sinar terik matahari tidak diberikan dalam temperatur yang menghanguskan bumi. Bumi yang luas, bulat, dan berputar tidak diciptakan buat manusia menjadi bergoyang sempoyongan.

Demikian pula manusia diciptakan dalam struktur dan ruas tubuh yang tertata, lekuk urat, engsel siku, lutut, dan jari begitu mudah bergerak. Tentu ini membuat manusia nyaman dan memudahkan dalam beraktivitas menapaki kehidupan.

Manusia yang bertasbih Adalah Manusia yang Cerdas

Manusia yang selalu bertasbih kepada Allah SWT akan terlahir dalam dirinya sikap sadar diri akan kebesaran dan kesucian Allah. Dengan demikian, mendorong diri yang bersangkutan bersikap optimistis, bertanggung jawab, cerdas berpikir, dan bekerja keras berjuang dengan optimal membangun kehidupan di muka bumi.

Dalam hal ini, manusia tidak pernah curiga pada Allah, tapi selalu bergetar hati dan akalnya untuk bertasbih pada-Nya bahwa pasti Allah berbuat adil dan menolong manusia yang senantiasa mencoba meraih kesuksesan dan prestasi. Firman-Nya:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”  (QS 3: 191).

Sayangnya masih banyak manusia yang tidak bertasbih (menyucikan Allah). Mereka bersikap curiga dan menilai kepada Allah tidak berlaku adil kepada makhluk-Nya di muka bumi.

Manusia demikian jelas tidak produktif, congkak, dan merasa diri benar (suci). Padahal, hatinya sudah mati dan kehilangan energi menyucikan Allah (tasbih) sehingga tidak berdaya lagi menyemangati kehidupannya demi kemaslahatan umat. Oleh karena itu, sungguh berbahaya orang yang tidak bertasbih.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

seventeen + sixteen =