Cancel Preloader

Penyair Senior Taufiq Ismail Rilis Karya Berbahasa Turki

 Penyair Senior Taufiq Ismail Rilis Karya Berbahasa Turki

Taufiq Ismail (Foto/Ist)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Penyair senior Taufiq Ismail merilis karyanya dalam pagelaran budaya yang digelar oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul, Senin (5/4) kemarin. Dimana karya tersebut ia tulis dalam bahasa Turki, selain itu juga dilakukan pembacaan karya puisi dalam gelaran yang sama tersebut.

Buku puisi berjudul “Toz ustunde Toz/Debu di atas Debu” yang dirilis menggunakan bahasa Turki. Ini merupakan kumpulan dari ribuan karya puisi Taufiq Ismail yang sudah dipilih. Selain dalam bahasa Turki, buku tersebut juga telah diterjemahkan ke dalam 12 bahasa lain.

Dalam peluncurannya di Istanbul, Taufiq Ismail membacakan beberapa karya fenomenalnya seperti “Rindu Rasul”. Juga “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu”. Taufiq mengaku sangat bahagia atas peluncuran karya sastra yang diterjemahkan ke bahasa Turki itu.

Menurutnya, dengan peluncuran karyanya ke dalam bahasa Turki dinilai bisa mengeratkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Turki. “Turki di dalam sejarah Indonesia itu dekat sekali, ketika kita memerdekakan diri dari penjajahan Belanda. Waktu itu dengan sepenuh hati rakyat Turki mendukung Indonesia,” kata Taufiq dilansir dari Anadolu Agency, Selasa (6/4/2021).

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Istanbul, Imam As’ari mengingatkan kepada generasi muda sekarang . Untuk senantiasa menghidupkan spirit cinta tanah air sebagaimana yang ditunjukkan Taufiq Ismail.

“Kami berharap kecintaan Bapak Taufiq Ismail terhadap puisi dan seni sebagai refleksi kepedulian beliau. Terhadap fenomena sosial dan cinta tanah air akan diteruskan oleh generasi muda,” kata Imam As’ari.

Selain mahasiswa dan warga Indonesia, acara tersebut juga dihadiri oleh para perwakilan dari universitas, ormas dan media lokal. Serta mahasiswa Turki yang mempelajari budaya dan bahasa Indonesia.

Karya buku 300 halaman dari penulis yang dijuluki sebagai “Sultan” dari para penyair Indonesia itu dialih bahasakan oleh Cumhur Cil. Dia adalah orang Turki yang sudah pakar dalam Bahasa Indonesia dan mengenal puisi-puisi Taufiq sejak akhir tahun 2004.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 − 1 =