Pentingnya Sopan Santun Kepada Allah SWT

 Pentingnya Sopan Santun Kepada Allah SWT

Posisi berdoa adalah simbol mengharap kepada Allah SWT yang lebih tinggi derajat-Nya (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Baik buruknya seorang manusia itu diukur dari akhlaknya atau dalam istilah Jawa kita mengenal sopan santun. Sebab pada dasarnya Rasulullah Saw diutus oleh Allah ialah untuk menyempurnakan akhlak umat. Seiring berjalannya waktu, akhlak pun mulai dipandang sebelah mata.

Bahkan generasi muda sekarang dalam ruang lingkup keluarga saja kerap mengabaikan sopan santun. Dalam ruang lingkup pendidikan, anak zaman sekarang menganggap guru hanyalah perantara penyampaian ilmu yang mereka dapat. Tidak lagi mengutamakan sopan santun dan menghormatinya.

Apalagi setelah peraturan larangan fisik disetujui pemerintah pada tahun 2011, membuat guru semakin kesulitan membimbing murid-murid mereka. Terutama dalam menerapkan budaya sopan santun. Walaupun para murid secara terang-terangan membuat masalah di sekolah. Tidak ada banyak cara yang bisa dilakukan para guru untuk menghukum mereka.

Peraturan larangan fisik tersebut berisi tentang penyelengaraan pendidikan dasar, menengah dan atas. Ini tercantum pada pasal 31 tentang bimbingan dan kedisipinan terhadap murid yang berbunyi:

“Sesuai peraturan sekolah yang telah ditentukan dalam pasal 18 ayat 1. Guru dan tenaga kependidikan lainnya tidak diperbolehkan melakukan tindakan kekerasan apapun baik menggunakan anggota tubuh maupun alat bantu yang bisa menyakiti fisik anak didik. Saat memberikan teguran, hukuman, maupun bimbingan kedisiplinan. (Diperbarui tanggal 18 maret 2011).

Peraturan tersebut seakan membuat para murid seperti mempunyai bodyguard pribadi yang senantiasa menjaga mereka. Menurut kursioner yang diadakan pada 1.196 responen guru, 98,6%. Di antaranya merasakan membimbing murid terasa lebih sulit dari sebelumnya. Para pengajarpun menjadi resah akan peraturan tersebut.

Sopan Santun saat Salat

Hal lain yang sepele tentang perilaku sopan santun atau akhlak baik, tapi sering dilupakan oleh sesorang adalah pada saat kita melaksanakan salat. Kita hanya berfokus menutup aurat saja.

Secara tidak langsung pikiran kita cuma memikirkan yang terpenting aurat sudah tertutup. Akibatnya kita seringkali cuma memakai pakaian seadanya saja pada saat melakanakan ibadah salat dan mengabaikan sopan santun.

Seharusnya kita menggunakan pakaian yang paling bagus karena menghadap Sang Khalik. Hal itu menjadi tolok ukur kesopanan manusia. Sementara saat kita akan bertemu seseorang, kita akan memakai pakaian paling bagus, parfum paling wangi, bahkan sepatu paling mengkilap.

Apakah sebegitu rendahnya sopan-santun dan akhalak kita pada saat menghadap Allah SWT.? Sampai-sampai kalah oleh hasrat menemui seseorang.

Hendaknya kita selalu beradab, mengutamakan sopan santun di hadapan Allah SWT. Berusaha tampil sebaik mungkin agar lebih dicintai Allah SWT.

Membahas sopan santun kepada Allah SWT. dalam salat yang utama dimulai dari penampilan. Mari kita renungkan, jika dengan tamu kita berusaha tampil sebaik mungkin, mengistimewakan tamu. Mengapa tidak dengan Allah SWT. saat salat?

Seperti ungkapan Soedipto Abimanyu dalam Babat Tanah Jawanya; Ajining diri soko lathi, ajining rogo soko busono artinya “Bagusnya diri kita, itu berasal dari ucapan. Sedangkan bagusnya raga kita berasal dari pakaian yang kita gunakan”.

Akhlak atau kesopanan adalah modal besar yang harus dimiliki oleh manusia. Dirinya menjadi cerminan diri untuk dihargai oleh manusia lainnya. Pun dalam hal ini, manusia akan menjadi terhormat di depan Tuhannya karena akhlaknya, sopan santunnya.

Kholil Chusyairi

https://hidayatuna.com

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan Reporter di Intis Pers

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twelve − eleven =