Penjelasan Gus Ulil Mengenai Pandangan Al-Ghazali Soal Jiwa

 Penjelasan Gus Ulil Mengenai Pandangan Al-Ghazali Soal Jiwa

Gus Ulil (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pendiri Ghazalia College, Ulil Abshar-Abdalla atau biasa sapa Gus Ulil menguraikan tentang pandangan Imam al-Ghazali mengenai jiwa (nafs).

Gus Ulil menjelaskan, istilah “jiwa”, manakala dipakai dalam konteks pembicaraan orang Indonesia saat ini, akan menimbulkan asosiasi makna tertentu.

“Misalnya, jiwa identik dengan “penyakit jiwa” atau “rumah sakit jiwa”. Jiwa punya pengertian yang kurang sedap,” ungkap Gus Ulil dikutip dari laman resmi, Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Cebolek, Pati, Jawa Tengah

Makna asosiatif ini lanjut Gus Ulil, bisa mengganggu pemahaman kita tentang maksud utama Imam al-Ghazali ketika memakai istilah itu dalam konteks pembicaraan mengenai akhlak.

“Istilah “jiwa” dalam doktrin al-Ghazali jangan dijumbuhkan dengan istilah itu dalam konteks psikologi modern,” sambungnya.

Jiwa, sebagaimana dimaknai oleh al-Ghazali, adalah “lathifah rabbaniyyah”: organ halus dalam diri manusia yang bersifat ketuhanan.

Ia bukan sekedar organ biasa yang hanya menjalankan fungsi tertentu dalam diri manusia sebagai “sistem yang menyeluruh.”

“Jiwa adalah esensi kemanusiaan itu sendiri. Manusia layak disebut sebagai manusia karena ada “jiwa” di dalam dirinya. “Hiya al-insanu bi al-haqiqati”, kata al-Ghazali dalam Ihya’. Jiwa adalah sesuatu yang dengannya manusia menjadi manusia, dan bukan binatang,” tandasnya. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *