Penjelasan Gus Mus Soal Hadis Zalim kepada Orang Lain

 Penjelasan Gus Mus Soal Hadis Zalim kepada Orang Lain

Gus Mus (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ulama kharismatik, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengingatkan kehidupan di akhirat. Suatu hari nanti di akhirat, orang yang menganiaya saudara, kawan, ataupun orang lain akan mendapat ganjaran atas apa yang sudah diperbuat.

“Kalau orang yang kamu zalimi itu tidak menerima, itu (akan) jadi masalah. Bisa ndodosi (menggerus) amal-amal baiknya. Maka Rasulullah mengingatkan untuk menyelesaikannya (minta maaf),” kata Gus Mus dalam tayangan video yang diunggah akun YouTube Gus Mus Channel, Jumat (10/12/2021).

Gus Mus mengatakan satu-satunya jalan keluar adalah segera memohon maaf. Sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Sahabat Abu Hurairah ra.

“Diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad bersabda: ‘Barang siapa memiliki kesalahan, perbuatan zalim terhadap seseorang baik dari kehormatannya, maka hendaklah meminta ampunan dari orang yang terzalimi hari ini juga. Sebelum uang dinar dan dirham tidak ditemukan lagi,” tutur Gus Mus.

“Karena jika sudah tidak ada dinar dan dirham lalu orang yang berbuat salah tadi memilki amal saleh, maka amal salih tersebut akan diambil seukur kezalimannya. Jika orang yang berbuat salah tidak mempunyai amal saleh sama sekali, maka sebagian dari dosa-dosa orang yang terzalimi akan diambil, lalu dibebankan kepada orang yang berbuat zalim,” imbuhnya.

Hadits tersebut, sambung Gus Mus, menekankan seseorang untuk segera meminta maaf atas ketika melakukan kesalahan. Tiba saatnya tiada yang diandalkan kecuali amal salih, perbuatan kesalahan yang belum termaafkan berpotensi untuk mengurangi bekal amal orang tersebut.

“Ini berat. Jangan dianggap enteng berbuat kezaliman itu. Kalau ingin meminta ampunan, ya sekarang ini. Mau kamu tebus pakai apa lagi kalau nanti? Amal salehmu, sembahyangmu, sedekahmu berapa? Kira-kira bisa nutup atau tidak,” terang Gus Mus.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *