Di kalangan para ulama terdapat beberapa pendapat tentang dasar untuk menentukan suatu surat atau ayat bahwa surat atau ayat itu Makkiyah dan Madaniyah. Banyak yang menyebutkan bahwa Makkiyah turun di kota Makah dan surat Madaniyah turun di kota Madinah, atau juga apabila awal surat Makkiyah dimulai dengan kata ya ayuha al-nas disebut surat Makkiyah, dan dimulai dengan ya ayyuha al-ladzina amanuu itu disebut surat Madaniyah.


Para ulama tersebut ada yang membedakan ayat-ayat dan surat surat Makkiyah dan Madaniyah dalam al-Qur’an. Ada juga yang menjadikan khihtab (sasaran pembicaraan) yang ada di dalam ayat sebagai dasar untuk membedakan keduanya. Dan ada juga yang bersandar kepada hijrah rosul SAW. Sebagai dasar pembedanya pendapat pendapat tersebut antara lain:

  1. Perbedaan berdasarkan karakteristik personal ayat dan surat. Para ulama mengatakan bahwa Makkiyah adalah ayat dan surat yang di dalamnya terdapat kata ya ayuha al-nas, sebab ayat tersebut khithab bagi penduduk makah. Adapun Madaniyah adalah terdapat kata ya ayuha al-ladzina amanuu dan dengan anggapan bahwa penduduk madinah telah menjadi muslim.
  2. Perbedaan berdasarkan tempat
    Para ulama beranggapan bahwa tempat rosullullah menerima wahyu sebagai dasar pembeda.
  3. Perbedaan berdasarkan waktu
    Yang dimaksud ialah menjadikan hijrah Nabi sebagai pembeda. Yaitu ayat-ayat Makkiyah adalah ayat yang turun sebelum Nabi hijrah ke madinah, meskipun turunnya bukan di makah. Namun pendapat itu mempunyai kelemahan-kelemahan, di antaranya:

a. Tidak selalu ayat atau surat dimulai dan ada dengan seruan ya ayyuha al-nas dan ya ayuha al-dziina amanu. Misalnya suratal- Ahzhab ayat 1.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Baca Juga :  ‘Ulumul Quran, Definisi, Sejarah dan Perkembangannya

Hai Nabi, bertaqwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik.

b. Tidak selalu ayat atau surat yang dimulai dengan seruan ya ayuha al-nas adalah Makkiyah, dan tidak pula selalu ayat atau surat yang dimulai dengan seruan ya ayuha al-adziina amanuu adalah surat Madaniyah. Misalnya surat an-Nisa’ adalah Madaniyah permulaannya adalah ya ayuha al-nas (perhatikan suratan-nisa’ayat 1):3

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ

Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri.

Aneka Pengkajian Studi Al-Qur’an

Dan suratal-Hijr adalah Makkiyah meskipun pada bagian akhir surat pada ayat 77 dengan seruan ya ayyuha al-adzina amanuu.

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Kadang sebagian surat atau ayat termasuk Madaniyah, akan tetapi di dalamnya dijumpai ciri-ciri gaya pengungkapan Makkiyah.

Misalya al-Baqarah. Suratnya Madaniyah namun ada ayat 21 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa.

Dan suratal-Zumar adalah Makkiyah namun ada ayat yag ciricirinya dimiliki oleh Madaniyah, misalnya ayat 52:

أَوَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya?

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman. Dan dari beberapa devinisi di atas devinisi ketiga yang popular atau dianggap benar di kalangan ulama’, karena mengandung pembagian Makkiyah dan Madaniyah secara tepat dan safe.

Baca Juga :  Bukti Historis Turunnya Al-Quran Bertahap dan Dampaknya

Seperti surat Madaniyah ayat 4, disebut Madaniyah, meskipun diturunkan di arafah pada hari jum’at ketika Nabi melakukan haji wada’. Para ulama’ yang mendevinisikan tentang Makkiyah dan Madaniyah yaitu surat Makkiyah ialah surat yang diturunkan sebelum Nabi hijrah ke Madinah, sekalipun turunya di luar kota Makah, sedangkan surat Madaniyah ialah surat yang diturunkan sesudah rosulullah hijrah, meskipun turunya di Makah.

Jumlah surat Madaniyah di dalam Al-Qur’an menurut para ulama’ ada dua puluh surat, di antaranya: al-Baqarah, ali ‘Imron, an-Nisa’, al-Maidah, al-Anfal, at-Taubat, an-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Hadid, al-Mujadalah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Jumu’ah, al-Munafiqun, al-Talaq, at-Tahrim, an-Nasr.

Sedangkan yang masih diperselisihkan para ulama’ ada dua belas surat, yaitu: al-Fatihah, ar-Ra’d, ar-Rahman, as-Saff, at- Tagabun, al-Muthofifin, al-Qadar, al-Bayyinah, az-Zalzalah, al- Ikhlas, al-Falaq, an-Nas.6 Selain yang disebutkan di atas adalah Makkiyah, yaitu delapan puluh dua surat. Seperti surat al-An’am, Ibrahim, Yusuf, Hud, bani Isroil, al-Furqon, dan lain sebagainya. Maka jumlah surat-surat semuanya seratus empat belas. (*)

Sumber Pustaka :
Al-Aththar, Dawud.Ilmu al-Qur’an. Bandung: PustakaHidayah, 1994.
• Al-Qaththan, Khalil, Manna.StudiIlmu al-Qur’an. Jakarta: Halim Jaya, 2007.
• Djalal, Abdul. Ulumul Qur’an. Surabaya: DuniaIlmu, 2000.
• Hermawan, Acep. ‘Ulumul Qur’an. Bandung: PT RemajaRosdakarya, 2013.
• Zuhdi, Masjfuk. PengantarUlumul Qur’an. Surabaya: KaryaAditama, 1997.