Pengelola Pesantren Diminta Tingkatkan Kompetensi Kemampuan Digital

 Pengelola Pesantren Diminta Tingkatkan Kompetensi Kemampuan Digital

Peningkatan literasi digital di pesantren terus digencarkan (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Pengelola pesantren, madrasah, dan penyuluh agama diminta tingkatkan kompetensi talenta digital. Hal ini digelar dalam rangka menyukseskan dan mendukung akselerasi transformasi digital di Indonesia.

Program kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) ini menyusul perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat. Hal tersebut tentu memiliki pengaruh besar terhadap budaya dan kehidupan masyarakat, termasuk dalam hal kehidupan beragama.

Program yang telah berjalan sejak 2018 ini diikuti sekitar 5.650, dari pengelola pesantren, madrasah, dan penyuluh agama.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Choumas mengatakan digital harus ditingkatkan secara serentak dan berkesinambungan. Sebab, hal itu dapat berpengaruh dalam membentuk pola pikir masyarakat.

“Karena itu, Kementerian Agama mendorong kepada siapapun yang memiliki kompetensi keagamaan yang memadai. Agar mewarnai berbagai platform media digital, turut serta mendiseminasikan nilai-nilai agama yang rahmatan lil-alamin kepada masyarakat,” tegas Menag.

Dalam dunia pendidikan, lanjutnya, sejumlah langkah optimalisasi pemanfaatan teknologi telah dilakukan. Dalam proses pembelajaran misalnya, guru didorong untuk mengintegrasikan penggunaan teknologi yang dikenal dengan peng-integrasian Technological Pedagogical And Content Knowledge (TPACK).

Pola-pola pembelajaran harus mengikuti paradigma pembelajaran modern, yakni berpusat pada peserta didik (student centered) dan menggunakan teknologi modern yang adaptif terhadap revolusi industri 4.0.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

17 + 15 =