Pengaruh Konten Dewasa, Kiai Abdullah Zaen Ingatkan Orangtua

 Pengaruh Konten Dewasa, Kiai Abdullah Zaen Ingatkan Orangtua

Pengaruh Konten Dewasa, Orang Tua Diminta Agar Tidak Lalai (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta — Kiai Abdullah Zaen Pengasuh Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga mengatakan, manusia hidup di zaman yang jauh berbeda dibanding masa ayah dan kakeknya terdahulu. Satu hari saja orangtua melalaikan anak, bisa puluhan pemahaman rusak masuk ke otak anak.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa, puluhan atau ratusan tontonan tak pantas menyasar anak-anak. Puluhan aktivitas tidak bermanfaat menyibukkan waktu anak.

“Bagaimana bila kita melalaikan anak kita selama berbulan-bulan, tanpa ada nasehat, wejangan dan arahan?” kata Abdullah Zaen dalam siaran persnya, Jumat (5/11/2021).

Ia mengingatkan kepada para orangtua, hal mendesak pada anak-anak bukanlah baju baru, gadget tercanggih, uang saku yang banyak atau warisan yang melimpah ruah. Namun yang dibutuhkan mereka adalah penanaman kecintaan kepada Allah dan selalu merasa diawasi oleh-Nya.

“Galilah potensi kebaikan anak, lalu rawatlah dan kembangkanlah potensi tersebut. Kenali potensi keburukan anak, lalu obatilah, minimalisirkanlah dan cabutlah,” jelasnya.

Ia menambahkan, hendaknya para orangtua, tak beralasan tidak punya waktu. Para sahabat dahulu pergi berjihad berbulan-bulan ke seantero dunia, lalu mereka pulang menemui keluarga mereka. Mendidik putra-putri mereka, serta mewariskan iman dan akhlak.

“Jangan beralasan ini dan itu. Anak memerlukan ketegasan sang ayah dan kelembutan sang ibu. Keduanya sangat dibutuhkan anak. Jangan berdalih sibuk mencari nafkah. Apalah gunanya nafkah yang menghasilkan generasi yang kosong dari prinsip keimanan dan akhlak mulia,” ujarnya.

Zaman sudah jauh berbeda, sebagian anak terlantar pendidikannya. Mereka membutuhkan perhatian orangtuanya, berlipat-lipat melebihi perhatian yang didapatkan dahulu dari orangtua terdahulu . Sebab godaan, tantangan dan rintangan yang menghadang di zaman ini jauh lebih banyak dibanding zaman dahulu.

“Wahai para orangtua, kembalilah ke rumah. Peluklah anak-anak kita. Dekatilah mereka. Bermainlah bersama mereka. Ceritakanlah pada mereka kisah-kisah yang menumbuhkan kebaikan dalam diri mereka. Dengarkanlah celoteh mereka. Tinggalkan gadget, demi mereka. Luangkan waktu untuk mereka, walaupun kita harus meninggalkan sebagian kesibukan kita,” pungkasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 × four =