HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pembentukan komponen cadangan dapat menurunkan angka radikalisme. Pasalnya, pembentukan komponen cadangan yang juga termasuk program Bela Negara memuat metode yang praktis untuk menyelenggarakan aksi-aksi deradikalisasi dan kontra radikalisasi.

“Meningkatnya kesadaran Bela Negara diyakini dapat mengikis radikalisme dan terorisme,” kata Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati dalam sebuab pernyataan resmi seperti dikutip Hidayatuna.com, Selasa (14/1/2020).

Adapun implementasi bela negara di kalangan masyarakat, lanjut Nuning, sebenarnya sudah dilaksanakan secara menyeluruh berdasarkan Program Bela Negara oleh Kementerian Pertahanan sejak 2015.

“Program ini ditujukan kepada semua lapisan masyarakat baik di kalangan akademik mulai dari pendidikan SD sampai perguruan tinggi,” tuturnya.

“Materinya disesuaikan dengan strata pendidikan meliputi bimbingan dan penyuluhan kewarganegaraan hingga pelatihan dasar bela diri dan cinta tanah air,” tambah Nuning.

Ia mengatakan, pemerintah Indonesia sudah sejalan dengan ketentuan PBB agar setiap negara tetap mampu menjaga kesadaran warga negara masing-masing akan arti penting nasionalisme dan patriotisme.

Seperti diketahui, Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2019 tentang pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara, salah satunya mengatur tentang pembentukan komponen cadangan.

Komponen Cadangan dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan Komponen Utama dalam menghadapi Ancaman militer dan Ancaman hibrida. (AS/HIDAYATUNA.COM)