Pengakuan Astrofisikawan Yahudi-AS Sebut Muhammad Satu-satunya Manusia Tersukses

 Pengakuan Astrofisikawan Yahudi-AS Sebut Muhammad Satu-satunya Manusia Tersukses

Pengakuan Astrofisikawan Yahudi-AS Sebut Muhammad Satu-satunya Manusia Tersukses (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Seorang astrofisikawan Yahudi-AS, Michael H. Hart mengaku sangat mengagumi sosok Nabi Muhammad.

Menurutnya Nabi Muhammad disebutnya sebagai manusia tersukses sepanjang sejarah umat manusia.

Pengakuan sang astrofisikawan, Michael H. Hart ini sukses mengemparkan dunia, setelah dia merilis buku “Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah” pada tahun 1978 silam.

“Saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa, baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi,” tulis Hart dilansir dari bukunya, Senin (19/02/2024).

Barasal usul dari keluarga sederhana, Nabi Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, agama Islam.

Pada saat bersamaan Nabi Muhammad tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Berabad-abad lamanya sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta mengakar.

Hart menjelaskan jika diukur dari jumlah, pemeluk Nasrani dua kali lipat lebih besar dari pemeluk Islam. Lantas apa alasan menempatkan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar?

Menurutnya ada dua alasan pokok yang jadi pegangan dirinya. Pertama, Nabi Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap agama Nasrani.

“Sebaliknya Nabi Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya,” jelasnya.

Selain itu lanjut Hart, Nabi Muhammad juga mampu “mencatat” kitab suci Al-Qur’an, kumpulan wahyu yang berasal dari Allah.

Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Nabi Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan pasca beliau wafat.

“Sebaliknya tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Berbeda dengan Isa, Nabi Muhammad bukan semata pemimpin agama, tetapi juga pemimpin duniawi,” tandasnya. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *