Cancel Preloader

Pengadilan Internasional Selidiki Kejahatan Israel di Palestina

 Pengadilan Internasional Selidiki Kejahatan Israel di Palestina

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pendudukan Israel di wilayah Palestina terus mendapat perhatian serius dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Baru baru ini, Ketua Jaksa ICC, Fatou Bensouda sedang melakukan penyelidikan terhadap kejahatan kejahatan yang dilakukan Israel di Palestina.

Proses penyelidikan dilakukan pada Rabu (3/3) kemarin langsung di bawah komando Ketua Jaksa ICC. Bensouda menegaskan bahwa penyelidikan ini dipastikan akan berlangsung secara independen tanpa ada interfensi dari pihak mana pun.

“(Ini) akan dilakukan secara independen, tidak memihak dan obyektif. Tanpa rasa takut atau menerima bantuan,” ungkap Bensouda dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (4/3/2021).

Dalam kasus ini, lanjut Bensouda, ICC mempunyai wewenang untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan kejahatan yang melibatkan negarta Israel tersebut. Sebagaimana diketahui, sejak pendudukan tahun 1967, serangkaian tindak kejahatan yang dilakukan Israel menyasar warga Palestina.

Menurut Bensouda, penyelidikan kali ini disebutnya bisa membuka jalan bagi proses hukum. Terhadap Tel Aviv soal kejahatan perang di wilayah Palestina selama ini.

“Kantor saya menyambut baik kesempatan untuk terlibat dengan Pemerintah Palestina dan Pemerintah Israel. Untuk menentukan bagaimana keadilan dapat disajikan dengan baik,” ujar Bensouda.

Dengan cara ini, dirinya optimis akan mampu mencapai akuntabilitas dan keadilan. Untuk menegakkan keadilan serta kepentingan korban kejahatan Statuta Roma Palestina dan Israel.

Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut penuh antusias. Atas upaya ICC untuk mengungkap semua kejahatan Israel terhadap negaranya.

“Langkah yang telah lama ditunggu-tunggu ini melayani upaya tanpa henti Palestina. Untuk mencapai keadilan dan akuntabilitas sebagai fondasi yang sangat diperlukan untuk perdamaian yang dituntut dan pantas didapatkan oleh rakyat Palestina.” Demikian diungkap Kemlu Palestina dalam keterangan tertulisnya.

Otoritas Palestina juga mengatakan bahwa keputusan tersebut “menunjukkan penghormatan pengadilan atas mandat dan ketidakberpihakannya. Serta komitmennya terhadap nilai-nilai dan prinsip-prinsip peradilan pidana sebagaimana diatur dalam Statuta Roma.”

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

11 + three =