Pemblokiran Akun Twitter Situs Palestina Disebut Tindakan Pengecut

 Pemblokiran Akun Twitter Situs Palestina Disebut Tindakan Pengecut

HIDAYATUNA.COM, Al-Quds –┬áPemblokiran Twitter akun resmi situs web yang mengabarkan informasi Palestina dan pendudukan Israel menemui reaksi dari beberapa kalangan aktivis.

Menurut wartawan Palestina, Ahmed Jarrar, menyebut bahwa penangguhan web resmi Quds News Network sebuah tindakan pengecut dari pendudukan Israel.

“Kami pikir Twitter memiliki ruang lebih luas mengenai kebebasan berekspresi daripada Facebook,” tulisnya di Twitter dikutip Senin (4/11/2019).

Quds News Network merupakan media yang memiliki ratusan ribu pengikut. Pemblokiran ini dianggap melanggar undang-undang kejahatan dunia maya di Tepi Barat yang diduduki.

Dengan adanya pemblokiran ini, persepsi dari berbagai kalangan terus bermunculan, seperti otoritas pemerintah Palestina antikritik terhadap apa yang terjadi atas Palestina.

Ahmed Jarrar juga menyebut bahwa pemblokiran ini merupakan tindakan pembungkaman terhadap suara Palestina.

“Menghapus dan mencekik akun adalah keputusan yang pengecut dan lemah. Suara pers dan kebebasan media tidak dapat dibungkam di zaman modern,” tegasnya.

Menurut Sada Social, sebuah sosial media yang memantau terjadinya pelanggar kaum zionis telah dibatasi oleh pemerintah Israel.

Menurut laporan Sada Social sejumlah kasus yang dipublikasikan di situs-situs dan sosial media sudah ditangguhkan. Di bulan Oktober lalu, tindakan-tindakan yang mencapai 145 kasus pelanggaran telah mereka redupkan.

“Ada kesenjangan yang sangat besar antara Palestina dan Israel,” kata pendiri Sosial Sada Iyad Alrefaie kepada Al Jazeera.

“(Tidak ada yang terjadi) pada orang Israel yang mempublikasikan status yang menyerukan pembunuhan warga Palestina,” katanya.

“Tetapi jika Palestina memposting berita tentang sesuatu yang terjadi di tanah atau dilakukan oleh tentara Israel, Facebook (mungkin) menutup akun atau halaman, atau menghapus posting,” tambahnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *