Pelurusan Sejarah Masjidil Aqsha

 Pelurusan Sejarah Masjidil Aqsha

Muslim Malawi, Kristen Puji Keindahan Masjid Baru (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Belakangan kembali ramai pembahasan sejarah Masjidil Aqsha yang digaungkan oleh Permadi alias Abu Janda melalu akun Instagram pribadinya. Masjidil Aqsha adalah kompleks tua yang dibangun jauh sebelum Masehi.

Dalam sebuah hadis sahih dijelaskan:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ: أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ؟ قَالَ: «الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى» قُلْتُ: كَمْ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: «أَرْبَعُونَ سَنَةً

“Dari Abu Dzarr dia berkata: Aku bertanya pada Rasulullah: “Masjid apakah yang pertama dibangun di muka bumi?” Rasulullah menjawab:  “Masjidil Haram”. Aku bertanya, “Lalu apa?”. Rasul bersabda: “Masjidil Aqsha”. Aku bertanya lagi: “Berapa lama jarak antara kedua pembangunan itu?”. Rasulullah menjawab: “40 tahun”.  (HR. Muslim)

Kalau merujuk pada hadis tersebut, maka masjidil Aqsha dibangun 40 tahun pasca Nabi Ibrahim membangun kakbah. Beberapa sejarawan bahkan menulis bahwa pertama kali ia dibangun oleh Nabi Adam.

Jadi, di masa Nabi Muhammad masjid ini sudah sangat terkenal baik oleh orang Arab atau pun non-Arab, muslim atau non-muslim, namun saat itu terkenal dengan nama Baitul Maqdis. Ia menjadi Kiblat salat pertama umat islam sebelum akhirnya Kiblat diubah menjadi ke arah ka’bah.

Abu Janda
Abu Janda (source : Instagram)

Adapun yang disebut oleh si Abu Janda ini bahwa ia dibangun pada era dinasti Umayah tak lebih dari sekadar pemugaran ulang, bukan pembangunan pertama kali. Sebelum berucap, semestinya kita utamakan tabayyun dulu yakni dengan bertanya ke orang yang paham.

Jika menemukan bacaan yang menurut Anda aneh, bukan malah menyimpulkan yang tidak-tidak seolah-olah Alquran salah. Menyalahkan pengetahuan umum, apalagi Alquran, adalah kebodohan yang hakiki.

Abdul Wahab Ahmad

Ketua Prodi Hukum Pidana Islam UIN KHAS Penulis Buku dan Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dan Pengurus Wilayah LBM Jawa Timur.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

7 − 1 =