Pelatihan Penyelia Halal Indonesia Digelar di Jerman

 Pelatihan Penyelia Halal Indonesia Digelar di Jerman
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Upaya untuk akselerasi penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di luar negeri terus dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengandeng para Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

Kegiatan ini telah diterapkan kepada para WNI di Jerman. Di mana baru baru ini, para WNI di Jerman diberikan Pelatihan Penyelia Halal. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan SDM di bidang halal.

Jerman menjadi salah satu negara pertama Eropa yang mendapatkan pelatihan penyelia halal. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh BPJPH dengan menggandeng Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin.

“Pelatihan ini bertujuan mengoptimalkan salah satu potensi strategis diaspora Indonesia dalam memenuhi kebutuhan SDM halal,” ungkap Plt Kepala BPJPH Kemenag, Mastuki dalam keterangan tertulis dilansir dari laman resmi Kemenag, Senin (24/5/2021).

Dengan demikian lanjut dia, diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan sertifikasi halal di luar negeri. Ia menjelaskan, penyelia halal sangat dibutuhkan di banyak negara khususnya yang menjadi partner Indonesia, termasuk di Eropa.

“Ketika produk luar negeri mengajukan sertifikasi halal ke BPJPH, perusahaan mereka harus memiliki penyelia halal. Dan Undang-undang kita mewajibkan penyelia halal haruslah seorang muslim,” sambungnya.

Persoalan yang sering timbul, khususnya di negara-negara dengan penduduk muslim minoritas, adalah sulitnya perusahaan setempat memperoleh penyelia halal muslim.

“Kebutuhan ini tentu saja dapat diisi oleh orang-orang Indonesia yang berada di negara-negara tersebut sepanjang memenuhi kriteria dan bersertifikat. Dan ini peluangnya sangat besar bagi Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno, yang membuka kegiatan itu mengatakan bahwa pelatihan penyelia halal bagi WNI di Jerman ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah.

“Harapannya kegiatan pelatihan penyelia halal yang kita laksanakan ini akan menjadi benchmark. Karenanya kita akan release kegiatan ini untuk merangsang minat bagi KBRI yang lain,” ungkap Arif Havas Oegroseno.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eight + four =