Peduli Pesantren, Dosen FK Unri Periksa Kulit Para Santri

 Peduli Pesantren, Dosen FK Unri Periksa Kulit Para Santri
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Peduli Pesantren, Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin serta Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Riau, atau Unri, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Al Ihsan Boarding School (IBS), Kubang.

Pemateri penyuluhan dan pengobatan kulit dr Yuni Eka Anggraini M Med.Ed, MSc SpKK dari Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) IK Kulit dan Kelamin FK Unri.

Sementara dr Rina Amtarina, MSc SpKJ melakukan skrining kesehatan jiwa kepada santri-santri tersebut.

Kedua dokter tersebut dibantu oleh mahasiswa ko-asistensi yang sedang berada di stase IK Kulit dan stase IK Jiwa.

Kegiatan pengabdian Unri peduli pesantren tersebut dihadiri 52 santri perempuan kelas 5 atau setara dengan kelas 2 Sekolah Menengah Atas. Berlangsung di aula pesantren tersebut pada Sabtu (31/8/2019).

Dibuka oleh pihak Al Ihsan Boarding School yang diwakili oleh Ustadz Helmi Hidayat, ST sebagai anggora Dewan Pimpinan IBS.

Dia menyampaikan motivasi kepada para santri untuk terus belajar dan mengikuti kegiatan tersebut dengan baik.

“Kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan dapat dilaksanakan kembali oleh FK Unri lain waktu di IBS,” ujar Ustadz Helmi.

Materi penyuluhan kesehatan kulit itu tentang pengetahuan mengenai penyakit kulit menular yang disebabkan oleh berbagai macam kuman, cara penularan, dan pencegahan.

Alasan pemilihan isi tentang penyakit kulit menular adalah populasi padat orang seperti di asrama atau pesantren merupakan salah satu faktor risiko penularan.

Selain memberikan penyuluhan dr Yuni Eka A SpKK juga memberikan konsultasi dan pengobatan gratis bagi santri yang mengalami keluhan kulit.

Keluhan kulit yang ada sebagian besar bukan penyakit menular. Hal ini dapat menjadi indikator bahwa pemahaman santri untuk hidup sehat sudah lebih baik.

Skrining kesehatan jiwa yang dilakukan oleh dr Rina Amtarina, MSc SpKJ bertujuan untuk mendeteksi masalah-masalah psikologis yang kemungkinan dialami oleh santri-santri tersebut.

Santri-santri kemudian juga dapat berkonsultasi mengenai hasil skrining kesehatan jiwa. (tribunnews.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × five =