PDB India Berjaya di Dunia Selama di Bawah Kekaisaran Mughal

 PDB India Berjaya di Dunia Selama di Bawah Kekaisaran Mughal

PDB India

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sejarah mencatat produk domestik bruto (PDB) India mengalami kejayaan di dunia selama di bawah Kekaisaran Mughal pada tahun 1600-an. Hal ini dijelaskan Willem Brownstok dalam bukunya berjudul Islam: Dari Kekaisaran Mughal ke Konflik Arab-Israel.

“Ekonomi India besar dan makmur di bawah Kekaisaran Mughal. Selama era Mughal, produk domestik bruto (PDB) India pada 1600 diperkirakan sekitar 22 persen dari ekonomi dunia,. Terbesar kedua di dunia, hanya di belakang Tiongkok Ming tetapi lebih besar dari Eropa,” ungkap Brownstok dikutip Hidayatuna, Selasa (22/12/2020).

Ia menyebutkan pula, pada tahun 1700, PDB India Mughal telah meningkat menjadi 24 persen dari ekonomi dunia, terbesar di dunia, lebih besar dari pada Qing Cina dan Eropa Barat.

“Mughal India adalah pemimpin dunia dalam bidang manufaktur, memproduksi sekitar 25 persen dari output industri dunia hingga abad ke-18,” jelasnya.

Pertumbuhan PDB India meningkat di bawah Kekaisatan Mughal, dengan PDB India memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat selama era Mughal dari pada dalam 1.500 tahu sebelum era Mughal.

“Ekonomi India Mughal telah digambarkan sebagai bentuk proto-industrialisasi, seperti yang terjadi di Eropa Barat abad ke-18 sebelum revolusi Industri,” ungkapnya.

Brownstok menambahkan Mughal disebut bertanggung jawab untuk membangun sistem jalan yang luas, menciptakan mata uang yang seragam dan penyatuan negara.

“Kekaisaran memiliki jaringan jalan yang luas, yang vital bagi infrastruktur ekonomi, yang dibangun oleh departemen pekerjaan umum. Didirikan oleh Mughal yang merancang, membangun dan memelihara jalan yang menghubungkan kota dan kota di seluruh kekaisaran, membuat perdagangan lebih mudah dilakukan,” jelasnya.

Menurut Brownstok, basis utama kekayaan kolektif kekaisaran adalah pajak pertanian, yang dilembagakan oleh kaisar Mughal ketiga, Akbar,” kata dia.

Pajak-pajak ini yang berjumlah lebih dari setengah output petani, dibayarkan dalam mata uang perak yang diatur dengan baik dan menyebabkan petani dan pengrajin memasuki pasar yang lebih besar.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

19 + twelve =