PCIM Malaysia: Muhammadiyah Konsisten Cerahkan Dunia Pendidikan

 PCIM Malaysia: Muhammadiyah Konsisten Cerahkan Dunia Pendidikan

PCIM Malaysia (ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Keberhasilan berdirinya Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) disebut sebagai bentuk dari konsistensi Muhammadiyah. Ketua Pimpinan PCIM (Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia), Sony Zulhuda melanjutkan, terutama dalam mencerahkan dunia pendidikan secara terus menerus.

“UMAM adalah bentuk konsistensi Muhammadiyah. Telah lebih seabad lamanya mengawal dan mencerahkan dunia pendidikan,” ungkap Zony Zulhuda dalam keterangannya. Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Selasa (24/8/2021).

Di sisi lain, lanjut dia, usaha pencerdasan yang dilakukan oleh Muhammadiyah juga sebagai bentuk implementasi dari islam rahmatan lil alamin. Gerakan pencerahan yang dilakukan oleh Muhammadiyah menurut Sonny telah dimulai sejak masa KH. Ahmad Dahlan. Pun termasuk gerakan inklusi atau gerakan tanpa sekat kebangsaan, agama, dan kesukuan telah dilakukan sejak saat itu.

“Gerakan inklusi tersebut sebagai salah satu cikal bakal internasionalisasi gerakan Muhammadiyah,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan semangat tersebut dibawa terus sehingga terdeklarasi agenda internasionalisasi gerakan persyarikatan Muhammadiyah. Gerakan yang dicanangkan lebih kuat lagi pada tahun 2015 yang lalu di Makassar.

“Pada Muktamar Muhammadiyah tahun 2015 tersebut dirancang beberapa agenda internasionalisasi Muhammadiyah. Di antaranya adalah mengenalkan pendidikan moderat dengan wawasan Islam berkemajuan untuk memberdayakan potensi umat di kawasan internasional,” ungkapnya.

Sonny menjelaskan Muhammadiyah percaya diri akan agenda internasionalnya. Sebab sumber daya yang dimiliki oleh Muhammadiyah cukup untuk melakukan agenda-agenda tersebut.

Pembukaan lembaga pendidikan Muhammadiyah di luar negeri, ucap Sonny, selain misi pencerdasan sekaligus menguatkan kerjasama. Baik itu sesama institusi atau kerjasama lebih besar lagi.

“Artinya kemanfaatan atas adanya Muhammadiyah bukan hanya bisa dirasakan oleh bangsa Indonesia, dan umat Islam saja. Tetapi oleh seluruh kemanusiaan semesta,” tandasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *