PBNU dan Dubes AS Gelar Pertemuan Bahas Timur Tengah

 PBNU dan Dubes AS Gelar Pertemuan Bahas Timur Tengah

Yai Said Sebut Dunia Butuh Ajaran Islam Moderat (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta — Baru baru ini Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menggelar pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Sung Y Kim. Dalam pertemuan ini keduanya mengaku merasa prihatin dengan keadaan Timur Tengah yang masih belum berdamai.

“Di sana masih belum dapatkan kehidupan yang damai,” kata Kiai Said di Jakarta dikutip dari NU Online, Selasa (7/12/2021).

Kiai Said yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, dan H Robikin Emhas itu, menyebut Irak, Libya, Afghanistan, Somalia, terutama Palestina dan Israel masih dalam kondisi yang belum damai. Untuk mendamaikan, ia menyebut peranan AS sangat penting.

“Peranan Amerika juga sangat besar dalam perdamaian di Timur Tengah,” katanya.

Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya peningkatan kerja sama PBNU dan Amerika Serikat untuk perdamaian di Timur Tengah. “Mari kita tingkatkan kerja sama untuk meningkatkan hasil yang nyata,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan itu, juga mengajak Dubes Kim untuk menjadikan radikalisme, terorisme, dan narkoba sebagai musuh bersama yang harus diperangi. Hal itu sebagai Langkah untuk mewujudkan hidup yang penuh kedamaian.

Dubes Kim menanggapi Kiai Said, Indonesia memiliki kerukunan umat beragama yang kuat. Ia mengapresiasi tampilnya NU sebagai sebuah organisasi yang mengusung dan mengampanyekan toleransi agar kehidupan damai dan kerukunan beragama dapat berjalan.

Menurutnya, NU merupakan organisasi yang penting dalam mengupayakan perdamaian itu. Ia juga menyampaikan bahwa Amerika mendukung NU dalam mewujudkan perdamaian di kawasan Palestina.

Selain itu, Kim menyampaikan rasa bangganya Kedubes Amerika di Indonesia dapat bekerja sama dengan NU. Karenanya, kehadirannya di PBNU ini dalam rangka memperluas kerja sama dengan NU.

“Memang kami berkeinginan memperluas kerja sama kemitraan dengan NU,” ujarnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *