Pandangan Habib Husein Ja’far Soal Moderasi Beragama

 Pandangan Habib Husein Ja’far Soal Moderasi Beragama

Habib Ja’far ingatkan puasa untuk kendalikan diri termasuk di medsos (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta — Pendakwah milenial, Habib Husein Ja’far al-Haddar menyampaikan pandangannya perihal moderasi beragama. Habib muda itu mengatakan, moderasi beragama bukan melulu tentang tuntunan dan tuntutan beragama, tetapi juga ada pesan kemanusiaan di dalamnya.

“Pada dasarnya, kita tidak hanya bicara Islam, agama. Kita bicara kemanusiaan. Manusia itu makhluk yang moderat,” kata Habib Husein saat mengisi Webinar Nasional Al-Qur’an, Generasi Muda, dan Wawasan Moderasi Agama di TVNU, Ahad (7/11).

Dalam acara tersebut, ia mengutip QS Al-Baqarah ayat 216, tentang kewajiban perang dalam menegakkan agama Allah, meski sesungguhnya perang adalah sesuatu yang tidak disukai.

“Pada dasarnya, manusia akan benci segala bentuk peperangan, kekerasan, kebencian, sentimen, dan sebagainya. Kendati demikian, terkadang kita lupa. Namun, dengan sedikit kembali terbersit akan nilai kemanusiaan saja, manusia bisa menjadi pribadi yang bertoleransi,” ucap penulis buku Tuhan Ada di Hatimu ini.

Menurutnya hanya orang yang kerdil imannya, yang tidak percaya diri dengan agamanya, yang akan memaksakan pandangannya kepada orang lain. Karena itu, ditegaskan dalam Al-Qur’an tidak ada paksaan dalam beragama.

“Walaupun kamu diciptakan dalam satu agama, kalau tidak moderat dalam berpikir, maka akan bertengkar dalam internal agama itu sendiri. Kekerasan akan terus menjebak kita dalam ketidakmoderatan,” ujarnya.

Dalam QS Al-Baqarah ayat 256, Habib Ja’far menyebutkan bahwa tak ada paksaan dalam beragama. Maka, kekerasan berpikir, ego berlebihan tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 × 4 =