Paling Beda! Inilah Keputusan PWNU DIY Halalkan Cripto

 Paling Beda! Inilah Keputusan PWNU DIY Halalkan Cripto

Perdebatan halal haram cripto (Ilustrasi/Hidaytauna)

HIDAYATUNA.COM, Sleman – Perdebatan hukum haram-halal cripto belakangan masih ramai diberitakan. Setelah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengharamkan cripto, kini muncul PWNU DIY yang justru mengambil keputusan sebaliknya.

PWNU DIY telah mengadakan bahtsul masail di Pondok Pesantren Modern Al-Hadi Yogyakarta, Ahad (21/11/2021). Adapun keputusan yang dihasilkan ialah menghalalkan transaksi tersebut dengan pertimbangan bahwa perubahan teknologi digital berpengaruh pada perubahan alat tukar, bentuk komoditas maupun pola transaksi.

Menurut rumusan bahtsul masail yang dikeluarkan PWNU DIY, dalam hukum Islam, jenis alat tukar mengikuti kebiasaan suatu komunitas (‘urf). Dalam rumusan tersebut, PWNU DIY menjelaskan bahwa cryptocurrency merupakan “anak kandung” tranformasi teknologi digital yang penggunaannya semakin ekstensif.

Oleh karena itu, sebagai alat tukar ataupun komoditas, ia dibolehkan dalam hukum Islam. Dijelaskan, cripto memenuhi syarat sebagai alat tukar (al-tsaman) maupun komoditas (al-mutsman).

Dimana cripto diantaranya memiliki manfaat, bisa diserahterimakan, dan bisa diakses jenis serta sifatnya oleh penjual dan pembeli. Maka dengan demikian PWNU DIY menghalalkan transaksi tersebut, kecuali varian cripto lainnya yang tidak memiliki beberapa syarat tersebut.

PWNU DIY juga menegaskan bahwa tidak ditemukannya unsur bahaya, risiko ketidakjelasan dan perjudian dalam praktik transaksi. Asumsi tersebut didapatkan langsung dari pelaku dan ahli blockchain.

Pada poin kedua dalam rumusan bahtsul masail itu, menyebut fluktuasi cripto mengikuti harga pasar sehingga dibolehkan dalam Islam. Disebutkan, dengan teknologi digital blockchain dan cryptography, ia memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

Pelaku cripto juga mampu terhindar dari upaya kecurangan dan manipulasi. Rumusan tersebut menimbang dari praktik cryptocurrency yang terbukti telah lama beroperasi hingga bertahan sampai saat ini.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eighteen − 12 =