Pakistan Desak Prancis Hentikan Diskriminasi Terhadap Muslim

 Pakistan Desak Prancis Hentikan Diskriminasi Terhadap Muslim

Ilustrasi/Hidayatuna

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Presiden Pakistan Arif Alvi mendesak Prancis agar segera menghentikan “sikap diskriminatif” terhadap Muslim melalui undang-undang baru mereka. Ia menilai UU baru Prancis yang diklaim untuk memerangi ekstremisme disebut politis.

Menurut Alvi, saat ini yang perlu dilakukan Prancis adalah menyatukan warganya. Bukan sebaliknya justru membenturkan Islam dengan cara tertentu untuk menciptakan ketidakharmonisan dan bias.

“Prancis perlu menyatukan warganya, bukan membenturkan Islam dengan cara tertentu. Untuk menciptakan ketidakharmonisan,” ujar Alvi dilansir dari Anadolu Agency, Senin (22/2/2021).

Pernyataan Alvi ini disampaikan saat menjadi narasumber di Radio Pakistan yang dikelola pemerintah, Sabtu (19/2) lalu.

Dirinya menjelaskan, merujuk pada RUU kontroversial yang diperkenalkan Presiden Prancis Emmanuel Macron tahun lalu. Disebut untuk melawan apa yang disebut kelompok “separatisme Islamis.”

Berbicara dalam seminar tentang kebebasan beragama dan hak-hak minoritas di Islamabad. Alvi mengatakan bahwa Pakistan menyampaikan kepada Barat bahwa penistaan ​​terhadap Nabi Muhammad. Atas nama yang disebut kebebasan berekspresi dianggap sebagai penghinaan bagi seluruh komunitas Muslim.

“RUU tersebut dikritik karena menargetkan komunitas Muslim dan memberlakukan pembatasan. Hampir setiap aspek kehidupan mereka,” jelasnya.

Menurut dia, RUU baru Prancis sengaja untuk mengatur masjid dan asosiasi yang bertanggung jawab atas administrasi masjid. Serta mengendalikan keuangan asosiasi dan organisasi non-pemerintah milik Muslim.

“Ini membatasi pilihan pendidikan komunitas Muslim dengan mencegah keluarga memberikan pendidikan rumah kepada anak-anak,” sambungnya.

RUU itu juga melarang pasien memilih dokter berdasarkan jenis kelamin karena alasan agama. Atau alasan lain dan mewajibkan “pendidikan sekularisme” bagi semua pejabat publik.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fifteen − nine =