Obat Kesedihan Nabi Saw

 Obat Kesedihan Nabi Saw

Tafakur, obat kesedihan Nabi Saw (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Allah SWT. tidak menurunkan penyakit tanpa obat, demikian juga kesedihan sudah ada obatnya. Nabi Muhammad Saw telah mencontohkannya ketika bersedih, beliau bertafakur untuk mengobati luka di hatinya.

Meski kehidupan Nabi Saw tentram dan damai, bukan berarti beliau tidak pernah mengalami kesedihan. Nabi Muhammad Saw dikaruniai 7 orang anak, 3 di antaranya lelaki dan 4 di antaranya ialah perempuan.

Husen Haekal dalam bukunya Sejarah Muhammad menjelaskan, dalam usia demikian itu harusnya tenteram adanya. Kalau tidak karena kehilangan kedua anaknya itu, tentu itulah hidup yang sungguh nikmat dirasakan bersama Khadijah. 

Nabi Muhammad ditinggalkan oleh kedua puteranya bernama Qasim dan Ibrahim selama-lamanya. Beliau kemudian membiarkan dirinya berjalan sesuai dengan suasana hatinya untuk bertafakur.

Kesedihan itu beliau bawa untuk berpikir dan merenung dengan mendengarkan percakapan masyarakatnya tentang berhala-berhala. Rasulullah Saw saat itu juga mendengarkan apa yang dikatakan orang-orang Nasrani dan Yahudi tentang diri mereka itu.

Ia berpikir dan merenungkan. Di kalangan masyarakatnya, beliaulah orang yang paling banyak berpikir dan merenung. Itulah cara yang semestinya kita teladani dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama ketika tengah bersedih.

Pikiran dan renungan yang berkecamuk dalam hatinya itu sedikit sekali dinyatakan kepada orang lain. Hal ini sudah menjadi kebiasaan orang-orang Arab pada masa itu, ketika tengah bersedih mereka menjauhkan diri dari keramaian orang dan berkhalwat dengan Tuhannya.

Mereka mendekatkan diri kepada tuhan-tuhan mereka dengan bertapa dan berdoa, mengharapkan diberi rejeki dan pengetahuan. Pengasingan ini untuk beribadah semacam ini mereka namakan tahannuf dan tahannuth. 

Di tempat ini Nabi Muhammad Saw mendapat tempat yang paling baik guna mendalami pikiran dan renungan yang berkecamuk dalam dirinya. Di tempat ini pula ia mendapatkan ketenangan dalam dirinya serta obat kesedihan yang beliau alami sehingga mencapai ma’rifat serta mengetahui rahasia alam semesta.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 × 2 =