NU Malaysia Bantu Korban Kebakaran di Kuala Lumpur

 NU Malaysia Bantu Korban Kebakaran di Kuala Lumpur

NU Malaysia

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pasca tragedi kebakaran di Lembah Jaya, Kuala Lumpur pada Selasa (15/12) lalu, NU Malaysia dengan sigap melakukan penggalangan dana dan memberikan bantuan kepada para korban.

Sebagaimana diketahui dalam tragedi naas itu, sebanyak 45 keluarga menjadi korban akibat kebakaran tersebut. Untuk itulah NU Malaysia melalui Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia bersama seluruh badan otonom (Banom) NU dan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) setempat memberikan bantuan.

Di lansir dari NU Online, Kamis (17/12/2020) proses penggalangan dana untuk korban dilakukan setelah mendapati kabar kebakaran di Lembah Jaya. Hal itu disampaikan Ketua PCINU Malaysia, sekaligus ketua penggerak aksi sosial ini, Ustaz Rudy Mahfud.

Ia menjelaskan bahwa pengumpulan dilakukan dengan cepat dari berbagai sumber donasi. Setelah terkumpul, donasi langsung dibagikan kepada para korban yang terdampak kebakaran.

Adapun jenis bantuan diantaranya dalam bentuk sembako dan uang tunai. Ustaz Rudy Mahfud, mengatakan bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan PCINU dan Banomnya di Malaysia.

Ia menjelaskan, langkah ini sebagai bentuk rasa solidaritas dan kepedulian sosial. Selain warga Kuala Lumpur sendiri, kasus kebakaran ini juga menimpa sejumlah WNI di Malaysia.

“Pekerja Migran Indonesia (PMI) jangan merasa sendirian, karena warga NU Malaysia berusaha selalu hadir untuk membantu mereka. Sesama bangsa, tentu sudah keharusan untuk saling menolong meringankan beban satu sama lainnya,” ungkap Ustaz Rudy.

“Kami beserta seluruh banom dan Ormas-ormas Indonesia yang ada di Malaysia selalu hadir di antara mereka. Semoga dengan aksi sosial ini bisa membantu meringankan penderitaan mereka,” ujarnya.

PCINU Malaysia bersama Banomnya sejauh ini terus memantau keadaan mereka sampai nanti dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai, yakni rumah layak huni. “Untuk sementara ini para korban ditempatkan di dewan (convention hall) umum dan dibuatkan beberapa tenda untuk mereka,” ucapnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

three × 3 =