NU dan Muhammadiyah Diminta Kaji Serius Pinjaman Online

 NU dan Muhammadiyah Diminta Kaji Serius Pinjaman Online

Pinjaman Online (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sastrawan nasional, Puthut EA baru-baru ini menyeroti masalah keberadaan pinjaman online (pinjol) yang tengah menjamur. Menurutnya, keberadaan pinjaman online tersebut perlu dikaji secara serius oleh ormas keagamaan di Indonesia.

Untuk itu, ia meminta dua organisasi besar keagamaan di Indonesia, yakni NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah untuk mengkaji masalah pinjaman online tersebut.

Menurut Puthut, hal itu dianggap penting mengingat keberadaan pinjaman online justru menuai keresahan di masyarakat. Ia berpandangan tak sedikit jasa pinjaman online tak ubahnya seperti lintah darat digital.

“Banyak pinjol (pinjaman online) yang sudah jadi semacam lintah darat digital. Harus ada yang mengampanyekan bahaya pinjam uang lewat pinjol,” tulis Puthut EA melalui akun Twitter pribadinya @Puthutea dikutip Kamis (20/5/2021).

Ia menambahkan, terkadang pembelaan yang pinjam uang dari pinjol: “Kalau gak pinjam ke pinjol apa ada yang mau minjami saya?” Nah, begitu merasakan kejamnya pinjol, baru panik dan kebingungan.

“Tapi banyak juga yang pinjam pinjol karena faktor tidak tahu. Juga proses yang mudah,” jelasnya.

Karena kini keberadaannya sudah banyak meresahkan masyarakat luas, untuk itu Puthut meminta agar NU dan Muhammadiyah segera mengkaji keberadaan pinjaman online yang disebutnya seperti lintah darat digital.

“Saya berharap @nahdlatululama dan @muhammadiyah mengkaji secara serius persoalan pinjol lalu membuat pernyataan terbuka. Saya yakin sebagian besar korban pinjol adalah warga NU dan Muhammadiyah,” tandasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two + 11 =