Niat Bertasbih, Bacalah Ini!

 Niat Bertasbih, Bacalah Ini!

Niat Bertasbih (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Segala sesuatu harus didahului dengan niat, termasuk bertasbih. Menggunakan tasbih ketika berzikir hukumnya ialah sunah.

Dalil yang menjadi landasannya ialah hadis riwayat Imam Al-Tirmidzi dari Shafiyyah binti Huyai, dia berkata:

دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ وَبَيْنَ يَدَيَّ أَرْبَعَةُ آلَافِ نَوَاةٍ أُسَبِّحُ بِهَا، قَالَ: لَقَدْ سَبَّحْتِ بِهَذِهِ، أَلَا أُعَلِّمُكِ بِأَكْثَرَ مِمَّا سَبَّحْتِ؟ فَقُلْتُ: بَلَى عَلِّمْنِي. فَقَالَ: قُولِي: سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ خَلْقِهِ

“Rasulullah Saw mendatangiku sedangkan di hadapanku terdapat empat ribu biji yang aku bertasbih dengannya. Rasulullah Saw pun bersabda; Sungguh kamu telah bertasbih dengan menggunakan ini. Perhatikanlah aku akan mengajarimu yang lebih banyak dari pada tasbihmu. Lalu aku berkata; Iya, ajarilah aku. Kemudian beliau bersabda; Bacalah ‘Subhanallah adada khalqi’ (Maha Suci Allah, sebanyak hitungan makhluk-Nya).”

Oleh sebab itu, lumrah apabila banyak dari kaum muslim yang menggunaan tasbih ketika berzikir. Pasalnya, hal ini merupakan tradisi agama yang turun-temurun dari jaman para sahabat Nabi Saw. Mereka ialah ulama salafus salih yang mengamalkan bertasbih ketika zikir tanpa ada yang menentangnya.

Bacaan Niat Sebelum Bertasbih

Adapun niat ketika hendak memakai saat berzikir, sebagaimana dikutip dari Bincangsyariah.com, disebutkan oleh Sayid Muhammad bin Alawi bin Umar Al-Idrus dalam kitab Al-Niyyat, sebagai berikut;

نَوَيْتُ الِاقْتِدَاءَ بِالصَّالِحِيْنَ وَاَنْ تُعِيْنَنِيْ عَلَى اْلخَيْرِ وَحِفْظِ الوَقْتِ وَاَنْ اَكُوْنَ مِن الذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا  وَمُتَابَعَةَ السَّلَفِ وَالصَّحَابَةِ وَاَنْ تَحْفَظَ عَليَّ اَنْوَاعَ الذِّكْرِ وَاَنْ اَشْغَلَ جَوَارِحِيْ عَلىَ الطَّاعَةِ

Nawaitul iqtiaddaa-a bish-shoolihiina wa an-tu’iinanii ‘alal khoiri wa hifzhil waqti wa an-akuuan minadz dzaakiriinallaaha katsiiroo wa mutaaba’atas salafi wash shohaabati wa an-tahfazho ‘alayya anwaa’adz dzikri wa an-asyghola jawaarihii ‘alath thoo’ati.

Artinya:

Aku berniat (memakai tasbih) untuk mengikuti orang-orang salih. Agar (tasbih itu) bisa membantuku melakukan kebaikan dan menjaga waktu supaya aku banyak berzikir kepada Allah, untuk mengikuti ulama salaf dan para sahabat. Juga agar (tasbih itu) bisa menjagaku dari semua macam zikir. Juga agar aku bisa menyibukkan semua anggota tubuhku untuk taat (kepada Allah).

Begitulah niat bertasbih yang bisa Anda amalkan mulai sekarang, dengan menambahkan bacaan niat tersebut semoga dapat menambah ganjaran dari Allah SWT. Wallahu’alam.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

14 + 17 =