Negosiasi Tukar Tahanan Israel-Palestina Dinilai Sebagai Solusi

 Negosiasi Tukar Tahanan Israel-Palestina Dinilai Sebagai Solusi

Polemik Kerukunan Beragama di Masa Orde Baru (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Doha — Sebagai bentuk perlawanan Palestina terhadap Pendudukan Israel, jalan satu-satunya yang bisa ditempuh adalah menculik tentara Israel sebagai alat tukar. Langkah ini dimaksud untuk membebaskan tahanan Palestina yang sedang disandera tangan besi Israel.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Kantor Hubungan Arab dan Islam Hamas, Khalil Al-Hayya.

“Kami menangani secara terpisah masalah pertukaran tahanan, gencatan senjata dan rekonstruksi serta blokade Gaza. Kami telah memberi tahu semua pihak mediator. Bahwa file-file ini tidak dapat saling berhubungan,” kata Hayya kepada saluran satelit Al Jazeera kepada Palinfo, dikutip Rabu (10/11/2021).

Ia memperingatkan bahwa akan ada putaran konfrontasi lagi dengan pendudukan Israel. Jika ada kerusakan yang menimpa Masjidil Aqsa, Sheikh Jarrah atau para tahanan yang mogok makan.

Pejabat Hamas itu juga membantah gerakannya telah menerima proposal tentang gencatan senjata jangka panjang di Gaza. Ia menegaskan, opsi perlawanan adalah satu-satunya jenis hubungan dengan pendudukan selama itu ada di tanah Palestina.

“Kami adalah pencinta kebebasan dan pembebasan, dan bukan penghasut perang. Kami berusaha untuk membebaskan tanah kami dari pendudukan untuk mendirikan negara kami,” katanya.

“Agar gencatan senjata berlanjut, pendudukan Israel harus menghentikan agresinya terhadap Yerusalem. Masjidil Aqsa, warga Sheikh Jarrah, para tahanan, mengakhiri aktivitas pemukiman, dan blokade di Gaza,” sambungnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *