Kabar Daerah

Naudzubillah, Ibu Ini Dipolisikan Anak Kandungnya Sendiri


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Seorang ibu bernama Kalsum berusia 61 tahun masih tak menyangka dengan apa yang dialaminya saat ini. Ia dipolisikan oleh anak kandungnya sendiri.

Ia diadukan ke polisi oleh anaknya bernama Mahsun karena masalah sepeda motor. Dilansir dari Riausky.com, Kalsum yang merupakan warga Nusa Tenggara Barat (NTB) ini memilih tinggal di rumah saudaranya.

Dia menceritakan, anak kesayangan satu-satunya itu mulai berubah sikapnya kepada dia sejak punya istri yang ketiga. Berani melawan orang tua.

“Awalnya saya hanya bisa bersabar dan berdoa. Tapi, lama-lama saya tidak tahan, saya pilih tinggal di rumah saudara saya sendiri,” ungkap Kalsum.

Sang ibu benar-benar kecewa berat saat mengetahui anak kesayangannya justru melaporkan dirinya ke polisi hanya gara-gara sepeda motor.

“Ini namanya anak durhaka. Lihat saja balasan dari Allah SWT, tunggu saja,” tegasnya didampingi adiknya Amaq Ramli dan Kepala Dusun (Kadus) Buntage Asrul Asmanulhakim.

Terkait peristiwa tersebut, Kasatreskrim Polres Loteng AKP Priyo Suhartono mengatakan, persoalan seperti ini seharusnya ditangani secara kekeluargaan. Terlebih orang yang hendak dipidanakan adalah ibu kandung sendiri.

Alasan itulah yang membuat Polres Loteng menolak laporan Mahsun. Namun Mahsun tak menyerah. Ia berencana melaporkan ibu kandungnya ke Polda NTB.

“Sikap saya ini, bukan berarti ingin memenjarakan ibu saya,” kata Mahsun.

Dia tidak terima, motor jenis Honda BeAT dengan nomor polisi DR 6791 CD, itu dibawa pergi oleh ibunya. Menurut Mahsun, seharusnya, motor itu diberikan dirinya. Bukan digunakan oleh saudara-saudara kandung dari ibunya. Apalagi, motor yang dimaksud sepertinya jarang dirawat.

Motor dibeli sejak akhir 2018 lalu itu setelah tanah warisan dari almarhum suami Kalsum dijual. Luas tanah itu mencapai 40 are. Dijual Rp 6 juta per are atau setara dengan Rp 240 juta. Dari hasil penjualan itu, Rp 15 juta diberikan kepada Kalsum. Uang tersebut digunakan oleh Kalsum untuk kemudian membeli sepeda motor.

Baca Juga :  Guru Dinilai Mampu Mengarahkan, Walkot Tangerang: Selamatkan Murid dari Radikalisme

Saat membeli sepeda motor, Kalsum ditemani oleh Mahsun, anak tunggalnya. “Bersama saya beli motor itu Rp 11 juta,” cerita Mahsun. (MK/Hidayatuna)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close