Nasihat Berharga Untuk Guru dan Orangtua

 Nasihat Berharga Untuk Guru dan Orangtua

Fatherless dan Budaya Patriarki yang Tak Pernah Kunjung Usai (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Bukan hanya anak yang wajib mendengarkan nasihat, tetapi juga guru dan orangtua. Utbah bin Abi Sufyan berkata pada Abdus Somad, guru untuk anak-anaknya :

قال عتبة بن أبي سفيان لعبد الصمد مؤدب أولاده : ليكن أول ما تبدأ به من إصلاح بني إصلاح نفسك ؛ فإن أعينهم معقودة بعينك ؛ فالحسن عندهم ما استحسنت ، والقبيح عندهم ما استقبحت ، وروهم سير الحكماء ، وزد فى تأديبهم أزدك فى بري (أليس الصبح بقريب للشيخ ابن عاشور)

“Hal pertama yang mesti engkau lakukan (sebelum mendidik anak-anakku) adalah perbaiki dulu dirimu, karena mata mereka tertuju padamu. Yang baik menurut mereka adalah apa yang engkau anggap baik, dan yang buruk menurut mereka adalah apa yang engkau anggap buruk. Ceritakan pada mereka kisah orang-orang bijak. Maksimalkan usahamu untuk mendidik mereka niscaya aku tambahkan kebaikanku untukmu.”

Pelajaran yang bisa diambil dari nasihat di atas ialah, perlu ada kontrak dan perjanjian antara orangtua dan guru. Kedua, prioritas guru sebelum mendidik murid adalah memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu. Ketiga, ketika guru menampakkan kerja keras dalam tugasnya mesti ada kompensasi ekstra dari orangtua.

Itulah nasihat berharga untuk para guru dan orangtua sebagaimana yang disampaikan Utbah bin Abi Sufya di atas. Hendaknya nasihat tersebut dapat menjadi pelajaran bagi kita dan diamalkan dalam kehidupan. Wallahu’alam bi Showab.

Yendri Junaidi

Pengajar STIT Diniyah Putri Rahmah El Yunusiyah Padang Panjang. Pernah belajar di Al Azhar University, Cairo.

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *