Muslim Kanada Luncurkan Situs Web untuk Atasi Islamofobia

 Muslim Kanada Luncurkan Situs Web untuk Atasi Islamofobia

Muslim Kanada Luncurkan Situs Web untuk Atasi Islamofobia (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Seorang Muslim Kanada membuat sebuah situs website yang memuat konten-konten ajaran agama Islam yang sejuk dan damai. Hal tersebut guna mengatasi peningkatan Islamofobia di Kanada.

“Platform digital baru, Islamophobia.io menciptakan perubahan “instan” melawan Islamofobia. Platform ini bersifat publik, dan memberikan kesempatan kepada Muslim. Atau mereka yang tertarik dengan Islam agar memahami secara mendalam,” tulis @studentAsim, pendiri Islamophobia.io, dilansir Senin (24/1/2022).

Asim mengatakan proyek pengarsipan digital dirancang untuk menjangkau bagi siapa saja. Terkait cerita Muslim dan ajaran-ajarannya.

“Saya ingin menciptakan cara instan untuk membuat perubahan melawan Islamofobia dan menumbuhkan pemahaman. Sesuatu yang bisa dilakukan orang dengan mudah — dan tidak membuatnya eksklusif. Atau hanya untuk beberapa orang — tetapi membuatnya inklusif, dan untuk siapa saja yang peduli untuk datang dan membuat perbedaan,” tulisnya.

“Siapa saja boleh berpartisipasi. Muslim, pemeluk agama lain, atau mereka yang ingin mengetahui makna Islam. Platform ini merupakan undangan bagi publik untuk datang dan mengakses cerita digital ini dengan mudah, dan belajar dari sini, dan bahkan berpartisipasi,” tulisnya.

Peringatan Pembantaian Quebec

Beberapa hari menjelang ulang tahun kelima pembantaian masjid Quebec, Asim mengundang orang-orang untuk berpartisipasi dalam kampanye penulisan surat untuk solidaritas dengan para korban.

“Tindakan menulis surat adalah Aksi Melawan Islamofobia. Dengan berbagi sentimen, surat Anda akan menciptakan kenangan hidup para korban, dan membantu masyarakat menyadari bahwa Islamofobia begitu mengerikan,” tambahnya.

Lima tahun lalu, seorang pria bersenjata Kanada melepaskan tembakan ke sebuah masjid Kota Quebec pada malam 29 Januari 2017.

Para korban adalah Mamadou Tanou Barry, Ibrahima Barry, Khaled Belkacemi, Abdelkrim Hassane, Azzeddine Soufiane dan Aboubaker Thabti, yang tewas tak lama setelah itu. menyelesaikan sholat tahajud.

Alexandre Bissonnette, pria yang bertanggung jawab atas penembakan masjid Kota Quebec, menerima hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat selama 25 tahun.

Tahun lalu, kota Quebec meluncurkan peringatan bagi para korban masjid, yang berfungsi sebagai simbol ketahanan dan persatuan manusia.

Pada Januari 2020, sutradara Afghanistan Kanada Ariel Nasr merilis The Mosque: A Community’s Struggle, sebuah film dokumenter tentang mereka yang terkena dampak serangan teroris tragis di masjid Quebec.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × 4 =