Muslim Calgary Bersiap Sambut Ramadhan Tanpa Covid

 Muslim Calgary Bersiap Sambut Ramadhan Tanpa Covid

8 Juta Liter Zamzam Didistribusikan ke Pengunjung Masjidil Haram (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Calgary – Muslim Calgary, Kanada sangat antusias menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini. Pasalnya puasa tahun ini akan berlangsung tanpa adanya pembatasan Covid-19.

Guru Sekolah Islam Calgary, Aasima Asrar mengatakan Ramadhan tahun ini terasa spesial karena tidak ada batasan pertemuan. Selain itu, tidak ada mandat penggunaan masker.

Situasi ini akan membuat Muslim Calgary bisa mengadakan pertemuan buka puasa bersama dan menggelar bazaar Ramadhan.

“Pembatasan benar-benar berdampak pada kesehatan sosial dan kesehatan mental siswa dan orang tua,” kata Aasima Asrar dilansir dari CBC News, Rabu (23/03/2022).

“Tahun ini kami sangat bersemangat. Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dan penuh berkah. Kami ingin menciptakan tempat bagi staf dan keluarga untuk berkumpul,” sambungnya.

Rencananya, sekolah Islam Calgary akan menjadi tempat diadakannya Bazar Ramadhan yang berlangsung pada hari Kamis dan Jumat. Di gym sekolah, orang-orang menjual makanan dan makanan penutup buatan sendiri. Lainnya menjual tekstil, jilbab, dekorasi Ramadhan dan kebutuhan pokok seperti kurma.

“Mereka sangat menderita selama Covid,” ujar Asrar.

Sebagai informasi, banyak siswa menantikan bulan suci Ramadhan tanpa adanya Covid-19. Mereka juga dapat mengunjungi bazaar Ramadhan yang sangat meriah.

“Setelah dua tahun ini saya merasa terkurung di rumah saya dan saya tidak bisa merayakannya dengan keluarga dan teman-teman saya,” kata siswa Mariam Harran.

Dirinya merasa Ramadhan tahun ini akan bisa menyatukan umat muslim untuk merasakan kegembiraan menyambut bulan Ramadhan.

“Di rumah kami biasanya mendekorasi dan Anda biasanya memiliki kegembiraan orang lain untuk melihat siapa yang membuat dekorasi terbaik dan sekarang kami dapat melakukannya lagi karena Covid-19 sudah melandai,” kata Hadia Rahman.

Anmar Kaddoory percaya Ramadhan ini adalah tentang membangun kembali koneksi dengan komunitasnya.

“Setelah bertahun-tahun dikarantina, menjaga jarak sosial, kami dapat terhubung satu sama lain setelah waktu yang lama,” jelasnya.

Ramadhan adalah bulan paling suci dalam kalender Islam. Ramadhan tahun ini akan berlangsung dari 2 April hingga 2 Mei di Amerika Utara.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × one =