KabarKabar Nasional

MUI Tolak Program Penceramah Bersertifikat

HIDAYATUNA.COM – Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak program penceramah bersertifikat.

MUI telah menyampaikan bahwa pihaknya tetap menolak program penceramah bersertifikat.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi mengatakan jika Kemenag tetap melaksanakan program tersebut, pihaknya tidak ikut campur.

KH Muhyiddin mengungkapkan, hingga kini Kemenag tidak pernah menghubungi Dewan Pimpinan MUI terkait program penceramah bersertifikat.

“Sikap MUI sudah jelas, yakni menolak program penceramah bersertifikat yang akan digelar Kemenag karena itu domain ormas-ormas Islam,” kata dia.

Terkait program penceramah bersertifikat Kemenag, MUI mengkhawatirkan jika akan disalahgunakan.

Bahkan MUI sendiri sudah sejak lama memiliki program standarisasi kompetensi penceramah.

Meski demikian, MUI tidak pernah melarang ormas-ormas Islam yang ingin bergabung dengan program penceramah bersertifikat Kemenag.

“Itu adalah hak preogratif mereka. Tapi jangan terus mengatakan seakan-akan yang tidak ikut itu tidak memiliki otoritas berceramah,” ujarnya.

Direktur Bimbingan Masyarakat islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin menghargai keputusan pimpinan MUI tolak program tersebut.

Menurut Kamaruddin, dilansir Hidayatuna.com dari Republika.co.id, penolakan pimpinan MUI terhadap program penceramah bersertifikat itu hanya karena perbedaan pendapat.

“Orang MUI yang menandatangani penolakan itu orangnya sangat baik, niatnya tulus saya yakin, dan juga untuk kebaikan bangsa dan negara,” kata dia, Kamis (17/9).

Perbedaan tersebut, lanjutnya, tidak pada substansi karena tujuannya sama.

Soal penolakan MUI terhadap program penceramah bersertifikat, Kamaruddin tetap berharap agar MUI bisa melakukan kompromi dengan Kemenag.

Baca Juga :  UIN Harus Jadi Penyebar Islam Rahmatul Lil 'Alamin, Wapres: Redam Radikalisme Basis Agama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close