MUI Tegaskan Agama Muslim di Sumbar Bukan Agama Islam

 MUI Tegaskan Agama Muslim di Sumbar Bukan Agama Islam

MUI Tegaskan Agama Muslim di Sumbar Bukan Agama Islam

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Menanggapi fenomena kemunculan Agama Muslim di Sumbar (Sumatera Barat) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa kepercayaan tersebut bukan Agama Islam.

Hal ini dikarenakan Agama Muslim ini tidak mengimani Allah SWT dan Nabi Muhammad.

Mereka juga tidak mewajibkan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan dan ibadah haji. “Para pengikut Agama Muslim mengaku bahwa mereka bukan Islam,” kata Sekretaris Umum MUI Kabupaten Solok, Elyunus Asmara dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (25/7/2020).

Meski demikian lanjut Elyunus, pihaknya mengaku tidak bisa menyebut kepercayaan tersebut sebagai aliran sesat. Pasalnya pemeluk Agama Muslim ini mengaku tidak menjadi bagian dari agama Islam.

Elyunus menjelaskan bahwa soal Agama Muslim ini akan diserahkan sepenuhnya kepada Badan Koordinasi Pengawas Aliran Keagamaan dan Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) karena ada agama baru yang tidak ada dalam undang-undang Indonesia.

“Bakorpakem yang berada di bawah koordinasi Kejaksaan Negeri Solok, yang di dalamnya ada unsur Polres, Kodim, Kementerian Agama, dan Forum Kerukunan Umat Beragama,” jelasnya.

Elyunus mengatakan pengikut Agama Muslim ini mereka berada di Nagari Koto Sani dan Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Jumlahnya ada sekitar 20 orang.

Awalnya ungkap Elyunus mereka penganut Agama Muslim ini memeluk agama Islam. Mereka mulai menganut paham itu dari orang yang datang dari Padang ke kampung mereka.

“Orang itu diutus oleh guru bernama Usman di Padang,” ujarnya.

Memperoleh Ajaran dari Jawa

Selain itu, kata Elyunus, sebagian pengikut Agama Muslim di Kabupaten Solok memperoleh ajaran itu dari Pulau Jawa. Mereka lalu bertemu di Kabupaten Solok karena mengetahui kepercayaan mereka sama.

“Mereka hanya berkumpul dan mengobrol begitu saja di rumah salah satu pengikut. Tidak ada kegiatan ibadah berjemaah. Mereka juga tidak menyebarkan paham mereka kepada orang lain. Selama ini paham itu berkembang di keluarga mereka sendiri,” tuturnya.

Elyunus mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan pengikut Agama Muslim di Sumani untuk mengetahui ajaran pada aliran tersebut. Setelah membahas dan membandingkannya dengan ajaran Islam, mereka menganggap Agama Muslim bukan bagian dari Islam.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twenty + 18 =