Kabar Nasional

Muhammadiyah Terapkan Strategi Potensi Wakaf Produktif


HIDAYATUNA.COM, Bantul – Wakaf produktif merupakan sebuah skema pengelolaan wakaf dengan memproduktifkan nilai wakafnya, sehingga mampu menghasilkan surplus yang berkelanjutan. Dari surplus wakaf produktif tersebut dapat menjadi sumber dana abadi bagi pembiayaan kebutuhan umat.

Seperti pembiayaan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas serta desa berdaya. Hal itu disampaikan Prof Dian Masyita, Ph.D Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran dalam Seminar Nasional Pra-Muktamar Muhammadiyah di UMY.

Ia mencontohkan, jika tanah wakaf seluas 1,2 ribu meter persegi sudah dapat menghasilkan 3,5 ton mentimun pada Januari 2020. Output dari program ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan tanah wakaf menjadi kebun mentimun.

Selain itu, ia juga menyampaikan pandangannya terkait potensi wakaf produktif di Muhammadiyah. Associate Professor di bidang Keuangan Syariah FEB Unpad tersebut menjelaskan bahwa banyak sekali potensi ekonomi di Muhammadiyah yang dapat dimaksimalkan, diantaranya universitas dan sekolah, rumah sakit, panti asuhan, serta BTM dan BMT.

“Muhammadiyah dituntut untuk bisa memperbaharui sistem pengelolaannya secara umum. Pertama, mengidentifikasi asset wakaf yang dinilai produktif. Kedua, manajemen asset wakaf produktif. Ketiga, profesional dalam pengelolaan wakaf yang berkelanjutan,” jelasnya dikutip Selasa (18/2/2020).

Ia menambahkan, untuk mencapai tujuan yaitu memproduktifkan aset wakaf Muhammadiyah, maka dibutuhkan setidaknya empat strategi. Pertama, kolaborasi dengan pihak profesional dalam pengelolaan. Kedua, aset wakaf tanah, berupa bangunan produktif diatasnya. Ketiga, inovasi wakaf uang. Dan yang keempat, berupa sektor real ekonomi umat.

Baca Juga :  Bukan di Masjid, Nyaris Semua Teror Direncanakan di Kos-kosan
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close