Muhammadiyah Tampilkan Bahasa Isyarat untuk Penyandang Tunarungu

 Muhammadiyah Tampilkan Bahasa Isyarat untuk Penyandang Tunarungu

Muktamar Muhammadiyah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta — Muhammadiyah memperluas dakwah sebagai upaya untuk mensyiarkan ajaran-ajaran Islam. Dalam hal ini, Muhammadiyah menghadirkan juru isyarat yang berkompeten untuk menyajikan berbagai informasi bagi penyandang tuna rungu.

Pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada edisi Desember 2021 kemarin dilengkapi dengan bahasa khusus bagi disabilitas. Hal itu sebagai media komunikasi untuk penyandang tunarungu.

Kepala Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sofriyanto Solih Mu’tasim mengatakan ide menghadirkan juru bahasa isyarat sebenarnya sudah agak lama. Hanya momentumnya pada pengajian bulan lalu (Desember 2021).

“Kami prioritaskan untuk dimulai karena pada pengajian edisi Desember tersebut mengambil tema Gerakan Muhammadiyah Membersamai Kelompok Difabel,” ujar Sofriyanto Solih Mu’tasim dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Kamis (20/1/2022).

Sofri menambahkan bahwa mendatangkan penerjemah bahasa tersebut merupakan komitmen Muhammadiyah untuk memperluas segmen dakwah, terutama kelompok difabel.

“Dalam pandangan Muhammadiyah, kondisi difabel tidak serta-merta terhapus statusnya sebagai subjek hukum (mukallaf), sehingga mereka juga membutuhkan bimbingan keagamaan. Karena itulah, kantor PP Muhammadiyah akan terus mendatangkan tenaga profesional yang ahli dalam bahasa isyarat,” ungkapnya.

Juru Bahasa Isyarat yang digunakan adalah dari latar belakang profesional dari lembaga yang berkompeten yaitu Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat dan Pusat Layanan Difabel.

“Kami rancang untuk seterusnya dalam rangka memperluas segmen dakwah dan jaringan terutama kelompok difabel,” jelasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

5 + 17 =