Kabar Nasional

Muhammadiyah Angkat Suara Soal Pemberitaan Wall Street Journal

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, Muhammadiyah senantisa istiqamah menyuarakan kebenaran. Muhammadiyah berprinsip pada sikap dan independen. Hal itu disampaikan dalam diskusi di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Jumat (13/12).

Sejalan dengan isu yang beredar pemberitaan Wall Street Journal soal ormas Islam terkait muslim Uighur di Cina yang menyebut nama Muhammadiyah sebagai salah satu ormas di Indonesia yang menerima bantuan dari Pemerintah Cina, Abdul Mu’ti secara tegas mengatakan Muhammadiyah tidak bisa dibeli.

“Muhammadiyah tidak akan mungkin bisa dibeli,” kata dia, dikutip Sabtu (14/12/2019).

“Tidak ada ceritanya Muhammadiyah itu bisa dibeli. Muhammadiyah senantiasa independen dalam tiap pernyataan dan kegiatan-kegiatannya. Bahkan kalau ada yang katakan Muhammadiyah dibiayai ke sana dan kehilangan hati nurani, itu sesuatu yang tidak akan mungkin dilakukan oleh Muhammadiyah,” sambungnya.

Mu’ti menilai, Wall Street Journal telah mengedarkan berita yang ecek-ecek, murahan, tidak punya dasar, dan tendensius. Ia juga menyebut berita tersebut ditunggangi kepentingan Amerika Serikat (AS).

“Waktu duta besar Amerika Serikat (AS) ke PP Muhamamdiyah, duta besar meminta Muhammadiyah membuat pernyataan soal Uighur, tapi kita katakan bahwa Muhammadiyah punya penilaian sendiri dan kalau menyampaikan sesuatu itu harus didukung oleh data,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Mu’ti, sikap politik AS dalam beberapa hal sebetulnya merepresentasikan persaingan politik antara Washington dan Beijing. “Dan isu Uighur itu dijadikan sebagai salah satu bagian dari senjata politik Amerika,” ujarnya.

Mu’ti juga mengatakan, sikap Muhammadiyah terhadap pelanggaran HAM itu jelas. Siapapun, di manapun, dan kapan pun, yang melanggar HAM, maka Muhammadiyah akan memberi kritik terhadap hal itu. Dengan demikian, ia menegaskan, Muhammadiyah sama sekali tidak mendapat bantuan, tidak dibeli, dan tidak pula dibayar hanya karena kepentingan politik tertentu.

Baca Juga :  Islam di Era Disrupsi: Peluang dan Tantangan

“Apalagi dari negara asing. Kami tegaskan Muhammadiyah akan jernih menyampaikan pandangan-pandangannya sesuai prinsip amar ma’ruf nahi munkar, dan tidak ingin mencampuri urusan politik negara lain. Karena itu, terkait berita Wall Street Journal, itu salah, keliru, sesat dan menyesatkan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close