Muhammad Abduh dan Problem Umat Islam

 Muhammad Abduh dan Problem Umat Islam

Muhammad Abduh (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Bisa dikatakan jika Muhammad Abduh adalah salah satu tokoh muslim dunia yang paling berpengaruh. Ajaran Abduh kemudian dikembangkan oleh beberapa penerusnya. Salah satu yang terinspirasi darinya adalah Amin al Khuli yang mengembangkan tafsir model sastrawi.

Muhammad Abduh lahir di Mesir 1849 mengajarkan pentingnya moderasi Islam di semua sisi kehidupan masyarakat Islam. Mulai dari sisi agama, sosial, dan bahkan teknologi sudah dipikirkan oleh Abduh.

Di Indonesia pemikiran Abduh ini dikembangkan oleh KH. Ahmad Dahlan lewat organisasi Muhammadiyah. Semangat untuk mengembalikan masa kejayaan Islam agar menjadi salah satu peradaban maju menjadikan pemikiran dari Abduh perlu untuk dikaji.

Dalam pemikirannya Abduh tidak menganjurkan pembentukan Khilafah Islam, tetapi lebih pada pendekatan baru. Yakni dengan memahami kemajuan zaman, dan mengupayakan Islam agar masuk dalam roda perkembangan zaman tersebut.

Semangat mengembalikan kejayaan Islam

Pemikiran Abduh bahwa umat Islam harus bisa memposisikan diri pada peradaban dunia agar bisa jaya kembali memang bukan tanpa alasan. Pada abad ke 18 hingga abad ke 20 kondisi umat Islam di dunia selalu tertindas.

Penjajahan di kawasan Afrika dan Asia telah menjadikan Islam dicirikan sebagai agama kuno dan tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Padahal jika melihat ke belakang, pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah Islam adalah mercusuar dari peradaban dunia.

Problem ini yang menjadi objek kajian dari Abduh, dia berfikir kenapa bisa umat Islam yang dahulu menjadi pusat peradaban sekarang jatuh pada posisi dianggap kuno.  Padahal tidak kurang banyak ilmuwan Islam yang mengembangkan ilmu dan menjadi dasar ilmu-ilmu modern.

Ibnu Khaldun yang terkenal dengan disiplin ilmu sosiologinya, kemudian ada Ibnu Sina salah satu peletak dari dasar ilmu-ilmu kedokteran. Al Khawarizmi adalah pencipta al jabar yang digunakan oleh para matematikawan. Dan masih banyak yang lainnya.

Menurut Abduh permasalahan ini terjadi karena umat Islam tidak bisa menyesuaikan dengan zaman. Ditambah lagi jalur ijtihad sudah ditutup lagi, anggapan bahwa umat Islam (pada masa abduh hidup) sudah tidak ada yang mampu melakukan ijtihad lagi. Dan juga agama Islam karena merasa dijajah oleh bangsa Eropa, maka mereka menutup diri semua hal dari Eropa termasuk ilmu pengetahuan.

Tawaran Muhammad Abduh agar Islam Berjaya

Muhammad Abduh adalah salah satu tokoh muslim yang berbicara jika agama dan sains tidak akan bisa terlepaskan. Semuanya bisa saling berkaitan dan menguatkan, dan lebih jauh dia tidak hanya berbicara tentang hal tersebut.

Jika Islam dianggap sebagai agama yang dinamis, dalam arti bisa beradaptasi dengan kondisi zamannya. Sehingga Islam akan sesuai dengan kondisi setiap zamannya. Maka hal tersebut harus dikaji lebih jauh, Islam harus dikompromikan dengan zaman.

Dalam semua lini kehidupan Islam sebenarnya bisa dikembangkan sesuai zaman dan kondisi lingkungan Islam berkembang. Agar Islam kembali Berjaya maka perlu beberapa sikap harus ditanamkan dalam kehidupan umat Islam.

Pertama adalah pandangan bahwa jika satu bangsa berbeda dengan umat Islam harus ditinggalkan. Inilah yang perlu dikaji ulang, dalam bidang ilmu pengetahuan adalah baik, walau itu mungkin dari non agama Islam.

Dengan pandangan inilah maka pergerakan umat dalam bidang ilmu pengetahuan (khususnya dalam teknologi) bisa dikembangkan tanpa adanya rasa dosa karena belajar pada umat non muslim.

Kedua adalah kebebasan eksplorasi (dalam bidang sains, sosial, dan pendidikan) harus dilakukan. Jangan sampai ada tekanan dari otoritas agama. Dua hal tadilah yang menjadikan umat Islam pada masa Abbasiyah menjadi jaya.

Pada masa Abbasiyah umat Islam dibebaskan, bahkan diskusi-diskusi dalam semua bidang lini kehidupan sering terjadi di pojok-pojok kota Baghdad. Penerjemahan dari teks-teks Yunani digalakan, bahkan itu termasuk yang bukan dalam masalah agama.

Semangat inilah yang penting untuk dijaga, agar kehidupan umat Islam lebih bisa berjalan dengan kondisi zaman. Dan bisa menjadikan Islam kembali Berjaya lagi.

Lohanna Wibbi Assiddi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

7 + thirteen =