Tempat Bersejarah

Misteri Masjid Tiban Turen Malang, dibangun Pasukan Jin

HIDAYATUNA.COM – Masjid yang memiliki keajaiban di Indonesia yang pertama adalah masjid Tiban yang berada di kota Malang Jawa Timur.

Selain megah dan berarsitektur unik, konon masjid ini di bangun oleh tentara jin dalam waktu satu malam. Masjid Tiban berada di komplek pondok pesantren di Turen Malang Jawa Timur.

Dulunya Masjid Tiban adalah sebuah Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahma yang terletak di daerah Turen Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pondok Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahma (Bi Ba’a Fadlrah). Nama yang cukup panjang yang mempunyai makna Laut Madu atau “Fadilah Rohmat” (Segarane, Segara Madune, Fadhole Rohmat dalam terjemahan Bahasa jawa).

Disebut Masjid ini dinamakan Masjid Tiban karena konon masjid yang sangat megah ini dibangun tanpa sepengetahuan warga sekitar atau muncul secara tiba-tiba.

Pada tahun 2008 masjid ini sempat heboh di kalangan warga dan wisatawan. Saat itu tersiar kabar bahwa masjid Tiban di bangun oleh tentara jin hanya dalam satu malam.

Tak ada warga sekitar yang mengetahui kapan masjid megah ini dibangun. Menara tinggi yang ada di tengah-tengah pemukiman dengan perpaduan ornament khas Turki, India, Rusia hingga Mesir membuat konsep bangunanya campur aduk namun bernilai seni tinggi.

Lokasi masjid tepatnya di Jalan KH. Wahid Hasyim Gang Anggur Nomor 10, RT 07/RW 06 Desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang, sekitar 40 kilometer dari Kota Malang.

Memang, lazimnya sebuah masjid di kampung pasti proses pembangunannya akan melibatkan masyarakat sekitar. Biasanya mereka mengajak bergotong-royong untuk pengecoran atau pekerjaan lainnya. Tetapi Masjid Tiban sama sekali tidak melibatkan warga sekitar.

Dulunya saat pembangunan masjid memang tertutup, jadi saat dibuka sudah setengah jadi. Warga juga melihat mobil colt masuk membawa bahan bangunan, tetapi sepertinya tidak banyak. Kalau alat berat memang tidak pernah ada. Tapi tiba-tiba sudah jadi bangunan besar

Baca Juga :  Warisan Peradaban Islam di Cina

Namun anggapan ini dibantah oleh pihak pesantren. Para santri lah yang membangun masjid tersebut sedikit demi sedikit dan semuanya bersifat transparan karena dikerjakan oleh jamaah lainnya.

Pondok Pesantren tersebut konon mulai dibangun pada tahun 1978 oleh Romo Kyai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam atau yang akrab disapa Romo Kyai Ahmad.

Bangunan utama pondok dan masjid tersebut sudah mencapai 10 lantai. Tingkat 1 sampai dengan 4 digunakan sebagai tempat kegiatan para santri pondokan, lantai 6 seperti ruang keluarga.

sedangkan lantai 5,7,8 terdapat toko-toko kecil yang dikelola oleh para santriwati, berbagai macam makanan ringan dijual dengan harga murah, selain itu ada juga barang-barang yang dijual berupa pakaian sarung, sajadah, jilbab, tasbih, makanan ringan, dan complete dengan toko souvenir.

Masjid Tiban ini mempunyai hal unik dari masjid lainnya, dikarenakan juga tersedia kolam renang lengkap dengan perahu yang hanya khusus untuk dinaiki wisatawan anak-anak. Di dalam komplek ponpes itu juga terdapat berbagai jenis binatang seperti kijang, monyet, kelinci, aneka jenis ayam dan burung.

Ornamen Masjid

Bangunan masjid berornamen Timur Tengah dengan warna dominan biru dan putih itu memang berada di tengah-tengah pemukiman yang padat. Jarak dari jalan raya menuju lokasi, sekitar satu kilometer. Namun karena bentuk bangunannya menjulang tinggi, orang bisa langsung melihatnya dari jalan raya.

Arsitek dari pembangunan Masjid Tiban Turen ini bukanlah seseorang yang belajar dari ilmu arsitektur perguruan tinggi, melainkan hasil dari istikharah pemilik pondok Romo Kyai Ahmad.

Karenanya, bentuknya menjadi sangat unik, seperti perpaduan Timur Tengah, China dan modern. Untuk pembangunannya pun tidak menggunakan alat-alat berat dan modern seperti halnya untuk membangun gedung bertingkat.

Baca Juga :  Masjid Dian Al Mahri Depok, Masjid Emas Termegah di Asia Tenggara

Setiap kamar yang akan dibangun atas petunjuk dari salat istikhoroh Romo Kyai Ahmad. Pembangunan selalu menunggu istikharah, hingga urusan ukuran kamar, ornamen, warna cat dan hiasan yang digunakan.

Dasarnya istikharah. Ini dibangun di sana, langsung sesuai ukurannya. Kalau kebesaran sedikit saja pasti disuruh bongkar. Setiap kamar memiliki manfaat sendiri-sendiri,

Setiap kamar dipercaya memiliki manfaat sendiri-sendiri. Manfaat itu juga menunjukkan keikhlasan orang-orang yang membangun. Semakin ikhlas semakin memberikan manfaat kepada orang lain.

Semuanya dikerjakan oleh para santri yang berjumlah 250 orang dan beberapa penduduk disekitar pondok.

Romo Kyai Ahmad sudah mulai membangun pondok dengan material apa adanya, contohnya waktu itu adanya baru batu merah saja maka batu merah itulah yang dipasang dengan luluh (adonan) dari tanah liat (lumpur atau ledok).

Pembangunan kamar atau ruangan dengan segala desainnya dibiayai oleh para jamaah. Mereka mengerjakannya secara gotong royong sesuai kemampuan. Ada yang hanya membantu tenaga, serta ada pula yang membantu biaya.

Masjid tersebut kini juga kerap dikunjungi masyarakat yang penasaran dengan masjid tersebut. Masjid yang berfungsi sebagai pesantren ini juga sering dikunjungi para wisatawan.

Karena sejarah masjid Tiban Malang yang unik, membuat banyak orang penasaran untuk datang ke sini. Oleh sebab itu sepanjang jalan menuju lokasi kini dipenuhi para pedagang dari masyarakat sekitar masjid. Sementara kendaraan besar harus parkir di pingir jalan raya.

Namun, soal popularitas masjid ini tak perlu diragukan, namanya sudah terkenal di sampai ke luar negeri, terutama di Malaysia dan Brunei Darussalam.

Untuk masuk ke sini tidak dipungut (gratis) dan salah satu destinasi wisata religi yang kerap menjadi tujuan turis asing di Malang. Buktinya, hampir setiap hari, selalu ada pengunjung dari negeri jiran yang datang ke masjid tersebut.

Baca Juga :  Al-Azhar Kiblat Ilmu Sepanjang Zaman

Sumber : Sejarah kemegahan masjid tiban, qoobah.co.id, Masjid malang ajaib tiban turen, tiban.blogspot.com, Cerita keanehan masjid tiban malang, merdeka.com

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close