Masjid Uqba, atau yang lebih dikenal dengan Masjid Agung Kairouan adalah masjid yang terletak di daerah Kairouan, Tunisia. Masjid ini pertama kali dibangun oleh Uqbah bin Nafi, seorang panglima muslim yang berjasa dalam penyebaran Islam di Afrika Utara. Di Tunisia, Uqbah bin Nafi membangun sebuah kota bernama Kairouan. Di kota itu, ia membangun sebuah masjid agung yang kemudian menjadi pusat aktifitas intelektual para cendekiawan di Benua Afrika. Masjid ini juga merupakan model bagi semua masjid di Maghrib yang dibangun setelahnya.

UNESCO mencatat, Masjid Agung Kairouan merupakan salah satu masjid tertua di dunia. Sehingga masjid ini tercatat sebagai salah satu warisan dunia. Masjid Agung Kairouan terletak di timur laut Kairouan. Dulu, panglima Uqba sendiri yang memilih sendiri lokasi untuk masjid ini, yakni tepat di jantung kota. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 9000 meter persegi. Masjid ini dibangun sekitar tahun 50-55 Hijriah atau sekitar 670-675 Masehi, pada masa pemerintahan Kekhalifahan Umayyah.

Dua puluh tahun setelah pembangunannya, masjid ini hancur lebur oleh pasukan berber yang menyerang kota Kairouan di bawah pimpinan Kusaila. Tahun 703, Hasan bin Al-Nu’man membangun kembali masjid ini dari kehancuran. Ia membangun menara di pojok-pojok bangunannya sehingga mirip seperti benteng pertahanan. Dengan semakin banyaknya penduduk dan jamaah masjid, maka Khalifah dinasty Umayyah kala itu, Hisyam Ibnu Malik meminta kepada gubernur setempat untuk melakukan perluasan masjid ini.

Tahun 774 direkonstruksi dengan adanya modifikasi dan penambahan pernak pernik hiasan. Pada era kekuasaan Aghlabiyah, kota ini mencapai puncak keemasannya dengan masjid agungnya yang merupakan salah satu warisan dari dinasti tersebut.

Arsitektur  

Baca Juga :  MASJID AGUNG CIREBON

Masjid yang tercatat dalam UNESCO ini memiliki interior unik yang akan membuatmu merasa berada di dinasti yang berbeda. Sebabnya, masjid ini memiliki arsitektur Islam dengan nuansa Romawi, Bizantium dan pra Islam. masjid ini berbentuk seperti benteng pertahanan yang bangunannya didominasi batu. Masjid ini memiliki sembilan gerbang utama. bagi orang-orang Non Muslim yang ingin mengunjungi masjid ini, hanya diperkenankan untuk masuk lewat gerbang di jalan Rue Oqba Ibn Nafaa dan diminta untuk menggunakan pakaian muslim.

Halaman tengah masjid ini dibuat dari bongkahan batu besar segi empat yang dilengkapi sistem drainase yang baik. Dari halaman ini para pengunjung dan jamaah dapat menikmati keindahan setiap lekukan masjid yang terdiri dari 400 pilar tua. Pilar-pilar tersebut konon diambil dari gedung-gedung bekas bangunan gereja-gereja Romawi, dan Bizantium. Pintu utama masjid inin berupa pintu kayu berukir buatan tahun 1829 M. Pengungjung non muslim tidak diperkenankan untuk memasuki area sholat dan hanya diperkenankan di halaman masjid.

Masjid ini terdiri dari tiga bagian utama, yakni menara setinggi 32 m, yang merupakan bangunan tertinggi di Kairouen. Halaman masjid yang terbuat dari batu persegi dengan 400 pilarnya, dan ruang utama sholat. Cantiknya interior masjid yang memiliki gaya dari berbagai zaman ini membuatnya seperti mesin waktu yang membawa jamaah dan pengungjung untuk merasakan kembali zaman-zaman tersebut.

Menara masjid yang berdiri di ujung halaman ini merupakan menara tertua dalam dunia Islam. dan merupakan bangunan tertua di dunia yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Menara masjid terdiri dari tiga lantai. Lantai paling bawah dibangun pada 728 M, di temvoknya masih terdapat inskripsi latin di balok batu besar zaman Romawi. Balok tersebut merupakan salah satu material bekas bangunan Romawi yang ada di sekitar lokasi masjid.

Baca Juga :  Keagungan Simbol Dalam Arsitektur Masjid Istiqlal

Karena usia dan arsitekturnya yang khas, masjid ini menjadi contoh menara dunia barat. Dengan tampilan yang sangat kokoh dan dekorasi yang indah, masjid ini tampil sebagai struktur yang memiliki harmoni yang menakjubkan.

Menara masjid Uqba pada malam hari.

Interior ruang utama sholat masjid Uqba.

Ruang utama masjid ini terdiri dari 17 lorong yang dilengkapi dengan 414 tiang penyanggah dari batu pualam yang berasal dari Chartage dan Sousse. Sedangkan bagian dalamnya dipenuhi permadani yang menutupi lantai ruang utama masjid. Pada lorong tengah, terdapat mihrab masjid yang berasal dari abad ke 9 Masehi yang masih terawat dan menghadap ke Ka’bah. Mimbar masjid terbuat dari kayu yang penuh dengan ukiran cantik, keseluruhan kayunya didatangkan dari Baghdad.