Menjadikan Islam Sebagai Sesuatu yang Empiris

 Menjadikan Islam Sebagai Sesuatu yang Empiris

Menimbang Tafsir Israiliyat (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Sejarawan Indonesia, Kuntowijoyo melihat ada keperluan besar untuk menjadikan Islam sebagai sesuatu yang empiris di masa depan.

Ekonomi Islam misalnya, tetap hanya akan merupakan separangkat teori belaka jika tidak ada institusi yang mendukungnya. Menurutnya Bank Islam akan membuat teori ekonomi Islam itu empiris.

Demikian pula halnya dengan Revolusi Islam di Iran. Ia menilai Revolusi tersebut sebenarnya merupakan eksperimen besar untuk menjadikan Islam sebagai suatu yang empiris.

“Jadi, sekali lagi, sekarang ini kita perlu memikirkan bagaimana Islam bisa empiris,” ungkap Kuntowijoyo dalam bukunya Dinamika Sejarah Umat Islam Indonesia dikutip Kamis (2/3/2023).

Meskipun ada perbedaan atau terdapat banyak golongan dalam Islam, misal antara Sunni dan Syiah, menurut Kuntowijoyo sesungguhnya semuanya memiliki teori yang sama.

“Islam itu mirip dengan paradigma besar yang memungkinkan di dalamnya terkandung berbagai model,” jelasnya.

Ia mencontohkan, sebagaimana kapitalisme dan sosialisme. Keduanya memiliki varian masing-masing. Pun demikian dengan Islam juga memiliki varian-variannya sendiri.

“Oleh karena itu, kita tidak usah membayangkan bahwa Islam akan monolitik di semua tempat dan waktu. Untuk tingkat teknologi dan ekologi tertentu, pasti ada perbedaan,” ujarnya.

Karenanya lanjut Kuntowijoyo, umat Islam tidak perlu risau terhadap kenyataan bahwa pada tingkat-tingkat tertentu Islam memungkinkan adanya perbedaan-perbedaan. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *