Cancel Preloader

Menjadi Orang

Menjadi Orang Biasa yang Dicintai Allah Ala Gus Baha

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Menjadi orang biasa yang dicintai Allah sebagaimana yang dikisahkan Gus Baha lewat kajiannya, bukanlah hal sulit. Tidak harus melakukan sama persis dengan apa yang dilakukan Nabi SAW. jaman dulu.

Gus Baha menceritakan kisah Imam Sahroni, untuk menunjukkan bahwa menjadi orang biasa yang dicintai Allah itu bisa dilakukan siapa saja.

Imam Sahroni merupakan wali kelas berat yang meski berkali-kali dipermalukan oleh wali-wali lain namun ia tak gentar. Imam Sahroni pernah bertemu orang bercelana hanya sampai di bawah lutut saat di pantai. Namun ketika ia pulang, melihat seorang wali duduk di antara langit dan bumi. Lantas Imam Sahroni dipanggil.

“Hai Imam Sahroni, kenapa kamu tidak punya malu denganku? Tadi yang kamu lihat di pantai memakai celana pendek, kamu ini baru saja menjadi wali,” kata wali tersebut. Imam Sahroni menjawab, “Lho njenengan wali kok. Nggak papa, aku sedang suka dengan umatnya Nabi SAW.”

Menurut kisah yang diceritakan Gus Baha yang ia pelajari di kitab Alminanun Kubr tersebut, memakai celana pendek dan main bola tidak mencirikan umat Nabi. Sebab menurut wali tersebut semestinya umat Nabi memakai celana panjang untuk menutup auratnya. Sementara ini posisinya adalah bermain bola, berbeda dengan keadaan saat salat.

Melaksanakan Kewajiban Tanpa Dibebani Tuntutan Lainnya

Gus Baha melanjutkan, ada umat Nabi SAW. yakni ulamadiyah atau sekelompok wali yang tidak pernah salat qabliyah dan ba’diyah tapi mereka sangat rindu pada Tuhan. Mereka hanya ingin menunjukkan kepada umatnya Nabi SAW. yang bahwa salat itu tidak wajib.

Meski tidak melaksanakan salat qabliyah dan ba’diyah, namun wali ini jangan dikira tidak melakukan salat sunah. Pada malam hari mereka melakukan salat malam bahkan sampai ratusan kali sendirian, tanpa diketahui orang lain.

Itulah tirakat para wali ulamadiyah, agar umat Nabi SAW. tidak pernah merasa tersiksa oleh salat qabliyah dan ba’diyah. Hal ini diutamakan bagi mereka pekerja kasar yang sangat tidak memungkinkan jika diwajibkan salat qabliyah dan ba’diyah.

Lantas Imam Sahroni pun menegurnya, “njenengan itu wali senior, tahu apa?”

Gus Baha menambahkan, jika sekarang main bola diharamkan, semua diharamkan, orang-orang pun kecewa dengan Islam. Nabi SAW yang sedih menyaksikan hal ini. Maka tidak heran jika ada wali yang suka main bola, seperti Jalaluddin Rumi yang malah suka membuat tarian Sufi. Wali atau pun manusia, itu banyak macamnya, tidak saklek.

Menjadi orang biasa yang dicintai Allah ala Gus Baha adalah dengan melaksanakan kewajiban salat, namun tidak memberatkan diri dengan sunah lainnya. Tentu kita bisa melihat sendiri kapasitas berat atau tidaknya amalan itu pada diri kita. Sebagaimana, tidak harus melakukan perang untuk berjihad, Allah pun mencintai orang-orang yang bekerja untuk keluarga.

Begitulah menjadi orang biasa yang dicintai Allah ala Gus Baha dari kisah Imam Sahroni.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × four =