Meninggal Kecelakaan, Jenazah Santri Hafidz Ini Berseri-seri

 Meninggal Kecelakaan, Jenazah Santri Hafidz Ini Berseri-seri

Meninggal Kecelakaan, Jenazah Santri Hafidz Ini Berseri-seri

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Tidak seperti korban kecelakaan pada umumnya, jenazah seorang santri penghafal al-Qur’an (hafidz) ini justru menampakkan wajah yang bersih dan berseri-seri.

Kondisi jenazah santri bernama Muammar Ashraf Ahmad Faizul (21) asal Malaysia ini tampak seperti orang yang sedang tertidur pulas.

Saat proses pemakamannya pada Jumat (10/7) lalu dihadiri oleh ribuan petakziah. Dimakamkan di kompleks Pemakaman Islam Sungai Karang, Kuantan, Pahang, Malaysia, pemakaman langsung oleh dipimpin ulama Suriah, Syeikh Mustofa Zaidan.

Seluruh guru, teman sekelas, keluarga hingga warga masyarakat sekitar ikut berbondong-bonding mengantarkan jenazah Muammar ke pereistirahatan terakhirnya.

Datuk Ahmad Faizul Ghazali yang merupakan ayah dari almarhum Muammar, dilansir dari Okezone menjelaskan bahwa sang anak merupakan anak yang memiliki sifat saleh. Ia merupakan anak ketiga dari sembilan bersaudara.

Faizul memberikan kesaksian saat memandikan putranya ia melihat wajah Muammar begitu tenang dan bersih, layaknya orang yang sedang tertidur pulas. Usut punya usut, semasa hidup, Muammar adalah sosok yang rajin shalat malam.

Bahkan ia jarang meninggalkan shalat malam. Faizul bercerita mendapat firasat yang aneh, sehari sebelum putranya meninggal.

Dimana Muammar meminta kepadanya untuk merayakan ulang tahunnya lebih awal, padahal mestinya ia berulang tahun baru pada bulan Agustus mendatang.

“Dia meminta kepada kami agar (ulang tahunnya) dipercepat. Katanya dia tidak sempat kalau acara tersebut dibuat pas hari ulang tahunnya,” kata Faizul.

Maka pada saat itu pula ia menurutu permintaan putranya tersebut. Muammar mengatakan kepada ayahnya bahwa kue ulang tahun yang dimakan saat itu adalah kue terakhir yang ia makan.

“Setelah ini tidak dapat makan lagi,” sambungnya.

Kemudian keesokan harinya Muammar mengalami kecelakaan, padahal saat itu ia hendak pergi menjadi guru ngaji. “Motor yang dinaikinya bertabrakan dengan sebuah kendaraan, hingga menyebabkan bahunya patah dan kepala luka parah,” terangnya.

Baca Juga : Setelah Lahirkan Ratusan Hafidz, Guru ini Meninggal diatas Al-Quran

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × 4 =