Meninggal karena Covid Benarkah Syuhada?

 Meninggal karena Covid Benarkah Syuhada?

Orang yang mati syahid (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Menurut sejarah yang dituturkan Rasulullah Saw, ada orang-orang yang mendapat gelar syuhada meskipun meninggal karena selain perang fi sabilillah. Mereka adalah orang-orang yang meninggal karena tenggelam, sakit perut, wabah penyakit (tha’un), atau karena tertimpa reruntuhan.

Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama (MUI) Pusat, KH Ahsin Sakho mengungkapkan termasuk orang yang meninggal karena Covid-19 dikatagorikan terkena tha’un. Dengan demikian, mereka berhak mendapatkan syahid.

Sementara itu, berdasarkan syariat Islam, gelar mati syahid hanya dianugerahkan bagi orang-orang yang beriman dan beramal salih. Sebagaimana dikatakan oleh Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, KH Hamdan Rasyid dilansir dari Republika.co.id.

Menurutnya, orang Muslim yang taat dalam menjalankan perintah agamanya lalu meninggal karena salah satu faktor di atas, maka berhak disebut syuhada (orang yang meninggal syahid). Namun hal itu tidak berlaku bagi orang-orang non-Muslim atau orang-orang yang durhaka pada Allah SWT.

Jenis-jenis Syahid

Syahid memiliki tiga jenis, yaitu syahid dunia akhirat, syahid dunia, dan syahid akhirat. Syahid dunia akhirat diberikan bagi mereka yang wafat di medan perang dengan niat ikhlas semata-mata memperjuangkan agama Allah SWT.

Sedangkan syahid dunia diberikan kepada mereka yang wafat di medan perang, namun karena niat mendapatkan harta dan pujian. KH Hamdan Rasyid lebih lanjut menjelaskan, syahid akhirat dianugerahkan kepada orang yang wafat karena wabah penyakit, seperti Covid-19, tenggelam, melahirkan, dan lainnya, dalam keadaan beriman dan beramal salih.

Meski begitu, masih ada kemungkinan bagi seseorang yang meninggal karena wabah penyakit namun tidak mendapatkan gelar syuhada. Sebab syahid atau tidaknya seseorang itu adalah hak prerogratif Allah SWT.

Sebab seseorang yang meninggal karena Covid-19 bisa dikatakan meninggal dalam keadaan syahid tergantung pada perilakunya dalam menghadapi wabah itu. Seorang korban yang meninggal disebut syahid, jika ia sudah beriktiar dengan sebaik mungkin agar tidak terkena wabah.

Seseorang yang taat mengikuti protokol kesehatan dan menjalankan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, misalnya. Sebab segala sesuatu, terutama penyakit menular seperti Covid-19 dapat menjangkiti seseorang tentu karena Allah SWT.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT. dalam Surah Al-Baqarah ayat 195: “Janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri.” Firman ini didukung dengan hadits riwayat Ibn Majah yang berbunyi, “Tidak boleh melakukan perbuatan yang bisa membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.” (HR. Ibn Majah)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × five =