Mengenal Syekh Abdul Karim al-Mudarris, Mufti Syafiiyyah Irak

 Mengenal Syekh Abdul Karim al-Mudarris, Mufti Syafiiyyah Irak

Syekh Abdul Karim al-Mudarris (Ilustrasi/Istimewa)

HIDAYATUNA.COM – Mala Abdul Karim al-Mudarris atau Syekh Abdul Karim al-Mudarris (1901–2005) atau juga dikenal sebagai Nami. Ia adalah penyair, penulis, penerjemah Kurdi kontemporari, Faqih dan juga Mufti daripada Iraq.

Sebagian besar karyanya berbahasa Kurdi dan Bahasa Arab, sebagian kecil masuk Parsi. Syekh Abdul Karim al-Mudarris terkenal dengan karya sastera, bersejarah dan keagamaannya yang banyak seperti koleksi dan penjelasan puisi penyair Kurdi seperti Nalî, Mahwi dan Mawlawi Tawagozi.

وأما أن أهل الفترة غير المكلفين فلقوله تعالى: (وما كنا معذبين حتى نبعث رسولا) وقوله تعالى: لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل) فعلى ذلك يجب أن نعتقد أن الآباء الأقربين ، وبالخاصة أبويه الماجدين، كانوا في عهد الفترة وغير المكلفين وغير معذبين في الآخرة قطعا.

Adapun ahlul fatrah, mereka bukanlah orang-orang mukallaf (dibebani syariat), karena firman Allah:

(Dan Kami tidak akan menyiksa manusia sebelum Kami mengutus seorang Rasul)

Dan firman Allah:

(Agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus)

Berdasarkan firman Allah itulah, kita wajib meyakini bahwa orangtua al-Aqrabîn, khususnya kedua orangtua beliau yang mulia. Mereka berada di masa fatrah, bukan mukallaf, dan tidak diazab di akhirat, secara pasti.

وكل ما يروى على خلاف ذلك مما لا يعتمد ولا يجوز الاعتماد عليه لمخالفته لظاهر النصوص، او يحمل على نوع من العذاب على المعاصي لا على الكفر. لأن أهل الدين والإيمان السليم قد يعذبون على الذنوب وقد يعفو الله تعالى عنهم بفضله ورحمته.

Sedangkan semua hal yang diriwayatkan yang bertentangan dengan firman Allah tersebut. Termasuk di antara hal yang tak bisa dipedomani, dan tidak diperbolehkan berpedoman pada riwayat tersebut. Lantaran hal tersebut bertentangan dengan dhohir nash-nash Alquran, atau dimungkinkan pada jenis azab atas kemaksiatan.

Bukan atas kekufuran karena pemeluk agama ini dan keimanan yang salim bisa jadi diazab atas dasar dosanya. Bisa jadi pula Allah memaafkan mereka karena Keutamaan dan Rahmat-Nya.

Nur Hasim

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 × four =