Cancel Preloader

Abu al Wafa

Mengenal Sosok Abu al-Wafa, Pakar Fiqh Abad 12 M

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dalam rentang abad 11 sampai 12, khazanah intelektual Islam diwarnai dengan berbagai banyak ulama besar. Salah satunya adalah Abu al-Wafa. Ia adalah pakar ilmu yang sangat populer di masanya.

Melansir dari “Ensiklopedia Lengkap Ulama Ushul Fiqh Sepanjang Masa” karya Abdullah Musthafa al-Maraghi menjelaskan sosok Abu al-Wafa memiliki nama lengkap Ali bin Aqil Muhammad bin Aqil bin Ahmad al-Bahdadi az-Zhafari, Abu al-Wafa.

“Ia sosok ulama pakar fiqh bermazhab Hambali. Ia terkenal dengan kemampuannya mengusai ilmu ushul fiqh. Selain itu dirinya juga dikenal sebagai seorang yang ahli dalam ilmu kalam,” ungkap Musthafa al-Maraghi, dikutip Hidayatuna.com, Kamis (19/11/2020).

Ia menjelaskan, Abu al-Wafa lahir pada tahun 431 H atau 1039 M. Dimana dirinya belajar al-Quran kepada Ali bin Sibthi. Sedang ilmu fiqh ia belajar kepada Qadhi Abu Yu’la bin al-Farra.

“Abu al-Wafa belajar sastra kepada Ibnu Burhan, sementara untuk ilmu faraidh (hukum) diperoleh dari Abdul Malik al-Hamdani. Sedang untuk ilmu ushul fiqh ia dapatkan dari Abu al-Wahid al-Mu’tazili,” jelasnya.

Abu al-Wafa Banyak Dipengaruhi Mazhab Mu’tazilah

Menurut Musthafa al-Maraghi, pikiran-pikiran dari sosok Abu al-Wafa banyak dipengaruhi mazhab Mu’tazilah. Meski demikian, ia sering bertemu dan berdiskusi dengan banyak ulama dari berbagai mazhab.

“Terakhir ia bermazhab Hambali dalam fiqh. Meskipun demikian, pengaruh Mu’tazilah tetap tidak bisa hilang,” ungkapnya.

Pada masanya, ia dikenal sebagai Quthb al-A’alam (puncak para tokoh cendikiawan) dan Syekh al-Islam. Pikiran-pikirannya sangat tajam, cerdas, peneliti yang serius, selalu menonjol dalam setiap perdebatan, berbudi luhur, wara’, tampan dan gagah.

Adapun soal karya, Abu al-Wafa menulis banyak buku. Antara lain adalah Al-Funun. Kitab ini merupakan kitab yang memiliki ketebalan yang sangat tebal.

Di dalamnya memuat berbagai cabang ilmu yang sangat bermanfaat; nasihat, tafsir, fiqh, kalam, ushul fiqh, nahwu, bahasa, tarikh (sejarah), hikayat, kumpulan seminar dan berbagai makalah. Al-Hafizh adz-Dzahabi dalam Tarikh-nya menyebutkan “Tidak ada satu karya di dunia yang sebesar kitab ini (al-Funun).

Selanjutnya karya lainnya dari Abu al-Wafa adalah Kitab al-Fushul (fiqh), kemudian Kifayat al-Mufti, Umadah al-Adillah, al-Mufradat at-Tadzkirah, al-Isyarah, al-Mantsur, al-Irsyad, dan al-Wadhih (fiqh).

Abu al-Wafa meninggal dunia pada hari Jumat 12 Jumadil Ula 513 H atau 1119 M. Ia dimakamkan di dekat pemakaman Imam Ahmad bin Hanbal di daerah di timur Baghdad.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × 5 =