Mengenal Nilai-Nilai Khittah Perjuangan Muhammadiyah

 Mengenal Nilai-Nilai Khittah Perjuangan Muhammadiyah

Universitas Siber Muhammadiyah (ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni mengajak kepada warga Muhammadiyah untuk kembali mengenal nilai-nilai kepribadian dan khittah perjuangan Muhammadiyah yang telah diwariskan oleh KH Ahmad Dahlan.

“Salah satu nilai yang terkandung dalam kepribadian dan khittah perjuangan Muhammadiyah adalah budaya ikhlas menerima dan mentaati aturan-aturan yang ada di Muhammadiyah.” Demikian diungkapkan Mughni dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Rabu (6/1/2021).

Budaya itu, lanjut Syafiq, tentu bukan sesuatu yang instan, yang mana bisa tiba-tiba muncul di warga Muhammadiyah. Tapi secara pelan dan pasti, dimulai dari semangat KH Ahmad Dahlan sampai sekarang ini dan terus bergulir.

Dirinya kemudian bertanya-tanya apakah budaya ini semakin menguat atau semakin luntur. “Budaya keikhlasan, ketulusan, budaya mentaati aturan-aturan yang disepakati bersama. Bahwa tidak boleh ada kepemilikan perorangan di dalam persyarikatan Muhammadiyah. Itu juga budaya organisasi. Tugas kita memperkuat budaya organisasi ini,” jelasnya.

Tradisi untuk menolong orang lain juga merupakan adalah budaya organisasi Muhammadiyah yang harus dijaga dan dikembangkan. Seluruh budaya tersebut muncul melalui proses panjang atau tidak instan.

Ia menjelaskan, kilas balik sejarah Ahmad Dahlan mengajarkan keikhlasan, di mana suatu ketika KH Ahmad Dahlan melelang harta bendanya untuk menggaji guru-guru Muhammadiyah.

“Saat itu Ahmad Dahlan memukul kentongan mengundang penduduk kauman. Penduduk kauman pun berduyun-duyun mendatangi undangan tersebut,” ungkapnya.

Disaat-saat sulit, Kata Syafiq, Kyai Dahlan itu mengumumkan kalau kas Muhammadiyah sedang kosong, sementara Muhamamdiyah membutuhkan uang sekitar 500 gulden utnuk menggaji guru, karyawan dan membiayai sekolah Muhammadiyah.

“Dari sanalah terkumpul dana untuk membantu kebutuhan tadi,” ungkapnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

seventeen − twelve =