Cancel Preloader

Mengenal Multazam Tempat Doa yang Banyak Diburu Jemaah Haji

 Mengenal Multazam Tempat Doa yang Banyak Diburu Jemaah Haji

Kisah Muslimah Norwegia

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Banyak jemaah haji setiap tahun berebut tempat doa di multazam. Multazam sendiri merupakan nama titik lokasi yang terdapat antara Hajar Aswad (batu hitam) dan pintu Ka’bah. Letaknya di kaki atau di pinggir luar salah satu sudut Ka’bah.

Mengapa banya diperebutkan para jemaah haji? Hal ini dikarenakan Multazam diyakini sebagai salah satu tempat mustajab (makbul) untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Jubair pada 1185 M/582 H, pintu Ka’bah terletak antara rukun Iraqi dan rukun Hajar Aswad, sejauh kurang lebih 5,1 meter. Di sinilah letak Multazam, yakni area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tinggi pintu dari permukaan tanah sekitar 2,9 mater.

Disebut Multazam karena kebanyakan jemaah Haji berdoa di tempat tersebut dengan khsusuk. Seolah-olah doa mereka kepada Allah SWT dapat terkabulkan.

Multazam berasal dari kata bahasa Arab iltazama yang bermakna ‘pemastian’ atau ‘pemaksaan.’ Dapat pula berarti ‘memeluk’ atau ‘tempat memeluk.’

Makna memeluk diambil dari kebiasaan Rasulullah SAW memeluk Ka’bah dari tempat tersebut.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW meletakkan dada, pipi, dan kedua telapak tangannya ke dinding Ka’bah di Multazam bersama para sahabat-sahabatnya.

Adanya keistimewaan Multazam ini Rasulullah pernah bersabda: “Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Apa yang diminta seorang hamba kepada Allah, niscaya Allah SWT akan mengabulkannya.”

Maka tidak heran kemudian banyak para jemaah Haji berlomba-lomba lebih dekat di Multazam daripada di tempat-tempat ‘strategis’ lainnnya. Segala keluh kesah akan hidup dirinya dan keluarganya biasa dicurahkan di tempat ini.

Tujuannya satu agar doanya terkabul dan permasalahan hidup berjalan dengan baik sesuai dengan harapan baik di dunia atau bahkan di akhirat kelak.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

seventeen − 6 =