Cancel Preloader

Mengenal Kiswah Ka’bah dan Sejarahnya

 Mengenal Kiswah Ka’bah dan Sejarahnya

Mengenal Kiswah Kabah

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Kiswah Ka’bah merupakan kain yang terbuat dari sutra murni dengan diberi warna hitam. Dimana dalam kiswah setidaknya terdiri dari lima potong pakian yang dirajut.

Adapun empat potong untuk membungkus Ka’bah dan satu untuk pintu. Di sekeliling kiswah ini sengaja ditulisi rangkaian tulisan Arab (biasanya diambil dari ayat-ayat Al-Quran) dengan tulisan model khat tsulusi.

Sebagai penutup atau ‘baju kebesaran’ Ka’bah, Kiswah pertama kali digunakan oleh Nabi Ismail. Namun beberapa tahun kemudian dengan adanya berhala-hala di sekeliling Ka’bah, para penguasa Quraisy tidak menutupinya.

Hingga akhirnya untuk pertama kalinya pada saat Islam masuk, Nabi Muhammad menutupi kembali Ka’bah dengan kain. Kemudian tradisi tersebut diikuti para sahabat dan khalifah di kemudian hari.

Awal Mula Produksi Kiswah

Awalnya produksi Kiswah dipercayakan ke beberapa negara seperti India dan Mesir. Pada bulan Muharram 1246 H di zaman Al-Malik Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al-Saud, Arab Saudi memulai perencanaan produksi Kiswah dalam negeri.

Pada 7 Rabi’ul Akhir 1397 H Pangeran Fahd bin Abdul Aziz, sebagai putera makhota dan menteri dalam negeri mendirikan pabrik khusus pembuatan kiswah yang diproduksi setiap tahunnya. Pusat pembuatan kiswah tersebut bernama Masna’ul Kiswah yang bertempat di Ummul Joud, Arab Saudi.

Penggantian kiswah dilakukan setiap tanggal 9 Dzulhijjah, yakni ketika semua para jamaah haji sedang melakukan wuquf di padang ‘Arafah. Para jamaah akan dimanjakan kiswah baru yang harum ketika telah memasuki waktu Idul Adha. Sengaja waktu Idul Adha dijadikan momentum perubahan ‘baju’ Ka’bah tersebut dikarenakan musim haji terjadi menjelang Idul Adha.

Jadi ketika jamaah akan melaksanakan haji ke Mekkah ia akan melewati serangkaian ibadah yang tidak hanya bertempat di Masjidil Haram saja, tapi juga di tempat lain seperti di ‘Arafah untuk melakukan wuquf.

Ketika semua jamaah Haji melaksanakan wuquf otomatis di dalam Masjidil Haram sepi. Disinilah waktu tepat untuk mengganti ‘baju’ tersebut untuk tidak mengganggu kekhusukan ibadah para jamaah.

Pada kiswah dekat Multazam tertera tulisan Arab dengan arti “Kiswah ini dibuat di Mekkah Al-Mukarramah dan pelayan Dua Tanah Suci menghadirkannya kepada Ka’bah yang mulia. Semoga Allah menerimanya.”

Hal yang perlu diperhatikan bagi jamaah haji ialah dilarang mengambil dan menjadikan Kiswah sebagai jimat atau benda kramat. Karena ia buatan manusia yang tidak mengandung nilai apa-apa dan tidak memberikan kemanfaatan, kecuali keindahan semata.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 × 5 =